Contoh Teks Ceramah Bahasa Indonesia Kelas 11 yang Bisa Dijadikan Bahan Belajar
JAKARTA, iNews.id - Contoh teks ceramah bahasa Indonesia kelas 11 yang bisa dijadikan bahan belajar.
Teks ceramah merupakan sebuah teks yang isinya mengenai pemberitahuan maupun penyampaian sebuah informasi yang berkaitan dengan informasi umum dan pengetahuan lainnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ceramah adalah pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya.
Sedangkan teks ceramah merupakan bentuk tertulis dari kegiatan menyampaikan pesan di depan umum. Ketika sedang membuat teks ceramah, kamu perlu memperhatikan tujuan ceramah itu sendiri.
Ada beberapa macam tujuan teks ceramah, di antaranya harus informatif, persuasif, dan rekreatif.
1. Informatif bertujuan menambah informasi dan pengetahuan bagi pendengar.
2. Persuasif bertujuan agar pendengar menyetujui, memercayai, atau mengikuti ajakan pembicara.
3. Rekreatif bertujuan agar pendengar merasa terhibur.
Selain memiliki tujuan, teks ceramah juga memiliki struktur, seperti tesis, rangkaian argumen, dan penegasan.
1. Tesis berisi isu, masalah, atau pandangan pembicara mengenai topik yang ingin dibahas.
2. Rangkaian argumen berisi pandangan pembicara untuk mendukung tesis yang ingin dibahas.
3. Penegasan ulang merupakan hasil penalaran, saran dari pembicara, maupun simpulan.
Berikut contoh teks ceramah bahasa Indonesia kelas 11 yang bisa dijadikan bahan belajar yang dirangkum dari berbagai sumber pada Selasa (27/12/2022).
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Sudahkah hadirin sekalian sudah bersyukur hari ini? Mengucap rasa syukur selain membawa ketenangan batin jika terus diterapkan akan membawa kenikmatan dalam hidup. Hal ini karena bersyukur mempunyai peranan yang penting dalam mengatur tindakan yang berangkat dari hati.
Kurangnya rasa bersyukur yang dimiliki oleh manusia ini bisa membawa banyak kekacauan. Oleh karena itu, dengan bersyukur yang benar pasti akan melahirkan perilaku yang baik dan tepat.
Mengenai sikap bersyukur ini, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 152 dan 172, artinya seperti ini, “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar.”
Ayat diatas jelas memerintahkan kita untuk bersyukur atas apa saja yang Allah SWT berikan kepada kita.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan pula baginya.” (HR. Muslim)
Saya rasa cukup sampai di sini pembahasan kita mengenai pentingnya rasa bersyukur, semoga kita bisa mengamalkannya secara terus menerus dalam kehidupan.
Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Belakangan ini, penggunaan dan pemilihan kata-katan yang santun mulai diabaikan oleh masyarakat luas. Hal ini tercermin dari penggunaan kata-kata yang mereka pilih, yang umumnya akan menggunakan kata-kata kasar, sehingga kata-kata ini dapat melukai hati orang lain.
Kebiasan buruk dalam berbahasa ini semakin menunjukan adanya penurunan standar pada moral, agama, maupun tata nilai yang berlaku dalam lingkungan masyarakat tersebut. Sikap dan perilaku yang tidak santun ini berkaitan mulai lunturnya penghayatan masyarakat dalam budayanya.
Mulai lunturnya penghayatan masyarakat dalam budayanya disebabkan oleh hal-hal yang meliputi di dalam kesantunan berbahasa pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan ketepatan dalam pemilihan kata maupun kalimat saja.
Namun, yang dimaksud dengan kesantunan disini juga akan berkaitan dengan adat pergaulan yang berlaku di kalangan masyarakat luas.
Sebagai manusia yang dibekali akal dan pikiran, sudah sewajarnya kita untuk menjaga kesantunan dengan cara memilih kata yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Membiasakan penggunaan bahasa yang santun bisa menjadi tradisi yang dimiliki oleh setiap individu sejak mereka masih berusia muda, atau bahkan sejak kanak-kanak.
Sedari dini, anak perlu dididik dan dibina untuk menggunakan bahasa yang santun, dan jika hal ini tidak diterapkan secara nyata, maka tidak mustahil rasa kesantunan itu dapat hilang dan menjadikan si anak terlihat arogan, kasar, bahkan hingga kering dari nilai-nilai etika dan agama.
Sehingga, sebagai orang tua yang baik, mereka harus mengajari anak-anaknya sejak kecil untuk menjaga pemilihan kata yang akan mereka gunakan.
Demikianlah contoh teks ceramah bahasa Indonesia kelas 11 yang bisa dijadikan bahan belajar.
Editor: Komaruddin Bagja