Contoh Teks Editorial tentang Kabut Asap, Lengkap dengan Strukturnya
JAKARTA, iNews.id – Contoh teks editorial tentang kabut asap ini bisa dijadikan referensi maupun sebagai materi pembelajaran. Teks editorial adalah teks yang berisi pendapat redaksi surat kabar terhadap suatu isu atau masalah yang aktual, baik itu masalah ekonomi, sosial maupun budaya dan lain-lain.
Pengungkapan teks ini harus dilengkapi dengan bukti, fakta, maupun alasan yang logis agar pembaca atau pendengar bisa menerimanya.
Contoh teks editorial sendiri banyak ditemui dalam surat kabar, media online, atau majalah. Selain itu, struktur teks editorial terdiri dari tiga bagian yaitu pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang. Berikut uraian singkatnya:
1. Pernyataan pendapat (tesis)
Contoh Teks Editorial tentang Pendidikan
Berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Berupa pernyataan atau teori yang akan diperkuat oleh argumen.
2. Argumentasi
9 Contoh Teks Editorial tentang Kesehatan Berbagai Macam Tema
Bentuk alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan tesis. Bisa berupa pernyataan umum, data hasil penelitian, pernyataan para ahli atau fakta-fakta yang dapat dipercaya.
3. Penegasan Ulang Pendapat (Reiteration)
7 Contoh Teks Editorial Beserta Fakta dan Opininya tentang Berbagai Tema
Berisi penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi.
Teks editorial menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan opini dan pandangan penulis terhadap isu-isu penting yang tengah menjadi sorotan di masyarakat.
6 Contoh Teks Editorial Beserta Strukturnya
Ada beragam topik yang bisa dijadikan teks editorial. Salah satu topik teks editorial adalah tentang kabut asap.
Berikut ini adalah contoh teks editorial tentang kabut asap yang bisa dijadikan referensi, dikutip dari berbagai sumber, Senin (23/10/2023).
Pernyataan pendapat
Sampai hari, cuaca di Medan masih diselimuti asap tebal bahkan jarak pandang pada siang hari hanya sekitar 1 km bahkan ada yang hanya sekitar 200 meter. Kondisi serupa juga terjadi di hampir seluruh kawasan Sumatera Utara.
Berdasarkan laporan, hari ini dari berbagai daerah di Sumatera Utara, kabut asap yang melanda Sumut hari ini lebih parah dari sebelum-sebelumnya.
Argumentasi
Pemerintah telah mengerahkan 20.837 personil tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan lainnya untuk memadamkan kebakaran hutan di Sumatera menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Namun upaya tersebut nampaknya tidak mampu mengurangi bencana asap yang masih menyelimuti sebagian besar wilayah Sumut.
Protes atas bencana asap bukan hanya datang dari warga Sumut khususnya, Sumatera bagian utara umumnya tetapi juga dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Malaysia bahkan telah menutup 3.000 sekolah akibat bencana asap termasuk Singapura dan telah menyampaikan protes terhadap Jakarta.
Pembukaan lahan dengan cara pembakaran hutan telah menyelimuti kawasan Sumatera, Kalimantan dan Singapura, Malaysia dan kabut asap telah menyesakkan selama berminggu-minggu, mendorong tingkat polusi yang berdampak terhadap meningkatnya penderita ISPA.
Penegasan Ulang Pendapat
Asap juga telah mengganggu penerbangan, angkutan laut dan aktivitas warga. Bencana asap sesuatu yang terjadi setiap tahun. Upaya pemerintah untuk menghentikan pembakaran musiman ini telah gagal.
Pernyataan pendapat
Kabut tebal menyelimuti Palembang pada Selasa (3/10) menyusul terjadinya lebih dari 300 kebakaran hutan dan lahan gambut di Sumatra Selatan. Para pejabat pemerintah meminta masyarakat untuk bekerja dari rumah.
Argumentasi
Banyak warga mengeluhkan kondisi ini. Junaidi, seorang warga Palembang mengatakan, “Banyak karyawan seperti saya yang diminta bekerja dari rumah karena kabut tebal sangat mengganggu pekerjaan kami.”
Sementara itu Nila Wati, seorang ibu rumah tangga mengatakan, “Kabut di Palembang semakin tebal sehingga menyebabkan sesak napas, mata perih, anak-anak jadi sekolah daring. Jadi, pokoknya susah lah untuk beraktivitas. Semoga pemerintah membantu dan menyelesaikan permasalahan kebakaran dan kabut asap di Palembang."
Pihak militer, polisi dan pemerintah daerah berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di 316 titik di provinsi itu. Namun pekerjaan mereka terhambat oleh cuaca kering yang ekstrem, kata Iriansyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan.
Penegasan Ulang Pendapat
Kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran itu bergerak menuju Palembang, Ibu Kota Provinsi Sumatra Selatan, sehingga menyebabkan kondisi udara tidak sehat bagi 1,7 juta penduduk kota tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan pekan lalu meminta sekolah-sekolah menunda jam buka karena kabut asap cenderung berkurang pada siang hari. Namun pada Senin (2/10), sekolah-sekolah meminta siswa mereka untuk menghadiri kelas secara online, karena kualitas udara memburuk dan dikategorikan “berbahaya.”
Kebakaran hutan dan lahan gambut merupakan masalah tahunan di Indonesia dan sering kali menjadi penyebab ketegangan dengan negara-negara tetangga.
Demikian ulasan tentang contoh teks editorial tentang kabut asap yang bisa menjadi referensi. Semoga bermanfaat!
Editor: Komaruddin Bagja