Contoh Teks Editorial Tentang Palestina Singkat Beserta Strukturnya
JAKARTA, iNews.id - Contoh teks editorial tentang Palestina secara singkat. Teks editorial adalah teks yang berisi opini atau pandangan redaksi media massa terhadap suatu isu atau peristiwa.
Opini tersebut dapat mengomentari berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, politik, hukum, dan lain-lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teks editorial adalah teks yang berisi opini atau pandangan seseorang.
Walau berupa opini, teks editorial harus didukung dengan bukti, fakta, dan argumentasi yang logis. Hal ini agar opini tersebut dapat memberikan wawasan dan dampak bagi pembaca. Teks editorial terdiri dari tiga struktur, yaitu pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat.
Berikut contoh teks editorial tentang Palestina secara singkat, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (1/11/2023).
Konflik Palestina-Israel merupakan salah satu konflik paling rumit dan berkepanjangan di dunia. Konflik ini telah berlangsung selama lebih dari 70 tahun, dan belum ada tanda-tanda akan segera berakhir.
Konflik ini berawal dari pendirian Negara Israel pada tahun 1948. Pendirian Israel ini menimbulkan penolakan dari masyarakat Palestina, yang merasa bahwa mereka telah diusir dari tanah airnya.
Sejak saat itu, konflik antara kedua belah pihak terus berlanjut, dengan berbagai bentuk kekerasan, baik militer maupun non-militer.
Pada bulan Oktober 2023, konflik Palestina-Israel kembali memanas. Serangan roket dari kelompok Hamas di Jalur Gaza memicu serangan balasan dari Israel.
Pertempuran ini berlangsung selama beberapa hari, dan menyebabkan ratusan korban jiwa dari kedua belah pihak.
Pertempuran tersebut merupakan peringatan bahwa konflik Palestina-Israel masih jauh dari selesai. Konflik ini telah menyebabkan penderitaan bagi jutaan orang, dan telah menghambat pembangunan di kawasan tersebut.
Itulah contoh teks editorial tentang Palestina singkat. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan wawasan bagi pembaca.
Editor: Komaruddin Bagja