Danantara Investasi Rp4,6 Triliun ke Perusahaan Raksasa Migas AS
Investasi ini sekaligus memperluas portofolio energi Danantara ke pasar global. DIM menilai kerja sama dengan HighPeak dapat mendukung pembangunan platform investasi yang semakin terdiversifikasi secara global.
Berdasarkan data U.S. Energy Information Administration (EIA), Permian Basin menyumbang sekitar 48 persen dari total produksi minyak Amerika Serikat pada 2025.
Pertumbuhan produksi di kawasan tersebut sejak 2007 antara lain didorong pemanfaatan teknologi pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik (hydraulic fracturing atau fracking).
Danantara melihat pengalaman pengembangan migas di Permian Basin memiliki relevansi bagi Indonesia. Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu referensi untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas domestik yang telah memasuki fase matang.
“Apabila kondisi reservoir mendukung, teknik-teknik ini juga dapat diterapkan pada lapangan migas darat yang telah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur dan perolehan migas, sehingga dapat menjadi model yang relevan bagi Indonesia,” tulis Danantara.