Danjen Kopassus Brigjen Mohammad Hasan Terima Brevet Antiteror

Riezky Maulana ยท Kamis, 24 September 2020 - 23:40 WIB
Danjen Kopassus Brigjen Mohammad Hasan Terima Brevet Antiteror

Danjen Kopassus Brigjen Muhammad Hasan menerima Brevet Antiteror dari Sat-81 Kopassus, di Lapangan Sat-81 Kopassus, Cijantung, Jakarta, Kamis (24/4/2020). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Brigjen Mohammad Hasan menerima Brevet Antiteror dari Sat-81 Kopassus. Brevet tersebut disematkan Wadansat 81 Kopassus, Letkol Inf Wimoko.

Seremoni penyematan brevet tersebut dilakukan di Lapangan Alfa Sat-81 Kopassus, Kamis (24/9/2020). Brigjen Mohammad Hasan juga mengikuti serangkaian materi kegiatan, antara lain serbuan unit yang merupakan tradisi khusus daripada Sat-81 Kopassus.

Brigjen Mohamad Hasan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Komandan Satuan-81 Kopassus beserta seluruh anggota. Dia pun berharap agar apa yang terkandung dalam brevet Antiteror dapat menjadi pemacu untuk berkarya lebih baik lagi di masa yang akan datang.

"Untuk itu, penyematan brevet ini suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi saya selaku Danjen Kopassus. Mudah-mudahan penyematan ini, dapat mendorong saya untuk lebih bertanggung jawab dalam membina Satuan 81 Kopassus," ujar Hasan, Kamis (24/9/2020).

Dia menuturkan, brevet ini merupakan tanda kemahiran, kehormatan, pengabdian, tanggung jawab serta kualifikasi yang diberikan oleh korps atau angkatan kepada seseorang atas usaha dan jerih payahnya mengikuti pendidikan dan latihan pada bidang tertentu.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah merumuskan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang tugas TNI dalam menanggulangi aksi terorisme. Oleh karena itu, setiap prajurit dituntut daat meningkatkan beragam kemampuan yang dimilikinya.

"Kepada segenap prajurit Satuan 81 Kopassus, agar terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki, dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan memiliki kesiapan operasional yang tinggi dalam menghadapi setiap perkembangan situasi yang ada," ujarnya.

Editor : Reza Yunanto