Danjen Kopassus Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air kepada Mahasiswa Baru UI

iNews.id ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 00:12 WIB
Danjen Kopassus Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air kepada Mahasiswa Baru UI

Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyalami para mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) di Gedung Balairung Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (12/8/2019). (Foto: Penkopassus)

JAKARTA, iNews.id – Penanaman rasa cinta Tanah Air kepada generasi muda sejatinya tidak berhenti begitu mereka menamatkan bangku sekolah dasar atau menengah. Bahkan, ketika sudah menjadi mahasiswa pun, rasa nasionalisme tetap perlu disemaikan ke dalam jiwa mereka.

Itulah yang dilakukan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, tatkala memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI), Senin ( 12/8/2019). Pesan-pesan cinta Tanah Air itu dia sampaikan dalam pembukaan Kegiatan Mahasiswa Baru (Kamaba) di Gedung Balairung Kampus UI, Depok, Jawa Barat.

Mengawali pembekalannya, Cantiasa menyampaikan pentingnya peran mahasiswa baru UI dalam memperkuat persatuan bangsa. Menurut dia, tujuan menjadi mahasiswa adalah belajar sebaik mungkin agar dapat lulus sebagai sarjana yang andal, sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menjawab tantangan global yang semakin berkembang.

Menurut jenderal peraih penghargaan Adi Makayasa itu, kecerdasan bangsa harus didasari oleh rasa nasionalisme yang konkret. Salah satunya dengan peka dan kritis terhadap isu-isu yang berkembang, baik melalui media elektronik, media cetak, dan terlebih dari media sosial yang saat ini terus menjadi tren, dengan tetap menerapkan nilai-nilai Pancasila di setiap sendi berkehidupan masyarakat.

“Sehingga, kita tidak mudah terpecah belah oleh berita atau skenario yang ingin merusak persatuan,” ujar Cantiasa.

Dia menuturkan, mahasiswa UI saat ini juga dituntut untuk ikut menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Wujud usahanya bisa bermacam-macam, mulai dari mengembangkan produk-produk dalam negeri, menjunjung tinggi kearifan lokal, serta tidak terpengaruh dengan budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Bangsa Indonesia.

Cantiasa berpendapat, upaya untuk membentuk sarjana yang andal tentunya tidak luput dari peran kampus sebagai role model. Karena itu, adalah tanggung jawab semua sivistas akademika untuk menjaga ketahanan kampus, menyelenggarakan pendidikan, dan menjaga kualitas kampus agar dapat melahirkan sarjana-sarjana yang berkelas dunia.

Mengakhiri pembekalannya, jebolan Akademi Militer (Akmil) 1990 itu berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan anak Bangsa Indonesia. Mahasiswa juga harus mengembangkan sikap toleransi, menghindari konflik di kampus, mencegah radikalisme masuk ke lingkungan kampus.

“Dan yang paling penting adalah menjaga nama besar Universitas Indonesia sebagai kampus pencetak tokoh-tokoh dan pemimpin nasional,” tuturnya.


Editor : Ahmad Islamy Jamil