Dari Desa untuk Ketahanan Energi Nasional, Pemerintah Perluas Akses Listrik bagi Masyarakat
Dukungan program Lisdes tahun anggaran 2025 di desa tersebut telah memberikan akses kelistrikan langsung kepada 93 rumah tangga. Program ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki layanan listrik di wilayah yang masih menghadapi kendala infrastruktur.
Bahlil mengatakan, tantangan pemerataan listrik masih ditemukan di Pulau Jawa maupun wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Secara nasional, menurut dia, sekitar 11.000 desa serta jutaan rumah tangga masih membutuhkan intervensi program kelistrikan.
“Program BPBL difokuskan untuk bantuan sambungan rumah tangga, sedangkan program Listrik Desa diperuntukkan bagi desa yang belum memiliki jaringan listrik sama sekali. Secara bertahap dan agresif, Pemerintah akan terus menaikkan target sasaran setiap tahunnya demi memastikan seluruh masyarakat Indonesia menikmati terang listrik yang layak,” kata dia.
Melalui program BPBL dan Lisdes, pemerintah berupaya memperluas kepemilikan sambungan listrik sekaligus meningkatkan kualitas pasokan. Keberhasilan program ini diharapkan tercermin dari bertambahnya rumah tangga yang memiliki sambungan mandiri dan berkurangnya kesenjangan akses listrik antarwilayah.
Editor: Aditya Pratama