Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Namanya Disebut Masuk Daftar yang Disadap Listyo cs, Hercules: Aku Makin Hebat Saja Ya
Advertisement . Scroll to see content

Dasco Bantah Isu Jadi Cawapres: Itu Hoaks, Ada Upaya Pengalihan Isu Penyadapan Ilegal

Kamis, 05 November 2026 - 20:06:00 WIB
Dasco Bantah Isu Jadi Cawapres: Itu Hoaks, Ada Upaya Pengalihan Isu Penyadapan Ilegal
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut ada upaya pengalihan isu penyadapan ilegal menjadi Dasco akan jadi cawapres. (Foto: iNews.id/Fiqri)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar yang menyebut dirinya bakal menjadi calon wakil presiden (cawapres). Dia menduga isu tersebut sengaja diembuskan untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Dasco menilai kemunculan isu dirinya sebagai cawapres merupakan upaya untuk mengalihkan pembahasan dari persoalan penyadapan yang tengah menjadi perhatian publik.

"Ada upaya pengalihan isu dari hot issue penyadapan ilegal menjadi Dasco akan jadi cawapres," kata Dasco melalui akun media sosial Instagra, Kamis (5/11/2026). 

Dia pun kembali menegaskan kabar mengenai dirinya menjadi calon RI-2, tidak benar.

"Ada upaya pengalihan isu. Saya pastikan itu hoax!" tegasnya.

Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan tiga jenderal polisi sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Mereka yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Eko Hadi Santoso dan Irjen Ahrie Sonta.

Dugaan tindak pidana itu berlangsung sepanjang periode 2025-2026. Sejumlah nomor telepon diduga dimasukkan ke dalam server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melalui proses verifikasi.

Selain nomor telepon Prabowo, penyadapan diduga menyasar pejabat negara, tokoh politik, media massa, organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga kalangan pengusaha.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut