Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penerjun Payung Mendarat Tak Mulus saat HUT Marinir, Kadispenal: Tidak Luka Serius
Advertisement . Scroll to see content

Di Hadapan Calon Prajurit, KSAL Yudo Margono : Jadi Marinir Suatu Kebanggaan

Rabu, 13 Oktober 2021 - 21:03:00 WIB
Di Hadapan Calon Prajurit, KSAL Yudo Margono : Jadi Marinir Suatu Kebanggaan
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono ketika memberi motivasi kepada para siswa calon prajurit petarung Marinir TNI AL. (Foto dok TNI AL).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyebut menjadi seorang prajurit Korps Marinir TNI AL merupakan sebuah kebanggaan. Oleh karenanya, tiap individu harus mampu menjaga kehormatan satuan serta naluri bertempur.

Pernyataan itu dilontarkan Yudo ketika memberi motivasi kepada para siswa calon prajurit petarung Marinir TNI AL yang sedang menjalani tahap Lintas Medan Latihan Praktek Pendidikan Komando di lautan pasir, Gunung Bromo, Probolinggo, Rabu (13/10/2021).

"Menjadi prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) merupakan suatu kebanggaan, sehingga setiap individu harus mampu menunjukkan kebanggaannya dengan menjaga kehormatan dan kemampuan tempur prajurit Marinir. Sanggup kalian menjadi Marinir?" ujar Yudo.

Dia menekankan, calon prajurit harus menanamkan dalam diri mereka rasa kebanggaan, lantaran memiliki kemampuan tempur yang tidak dimiliki prajurit lain. Menurut dia, harus bangga sebagai prajurit-prajurit yang tangguh, profesional dan harus kuat menghadapi segala medan, baik di hutan, di gunung dan di laut.

“Banggalah kalian menjadi prajurit yang bisa di darat, di laut, di udara yang tidak dimiliki prajurit-prajurit lainnya sehingga kalian harus bangga menjadi prajurit-prajurit Marinir,” katanya.

Kemudian Yudo turut berpesan bahwa beratnya mengikuti Dikko Marinir harus diambil hikmahnya. Menurut dia, ketika lulus nanti dan memasuki masa dinas akan menghadapi tantangan yang sama saat di latihan.

Lintas Medan dari Banyuwangi hingga Surabaya yang menempuh jarak sekitar 300 kilometer ini merupakan tahap akhir dari rangkaian Pendidikan Komando yang harus ditempuh oleh seorang calon prajurit Marinir. Dikko ini berlangsung selama kurang lebih 77 hari.

Diawali dengan tahap dasar komando, tahap laut, tahap hutan, tahap Gerilya Lawan Gerilya (GLG) dan ditutup dengan Lintas Medan. Latihan Praktek Pendidikan Komando Angkatan ke-166 ini diikuti sebanyak 520 orang.

Adapun rinciannya terdiri dari 23 Taruna AAL Korps Marinir Tingkat III Angkatan ke-68, 149 siswa Dikmaba TNI AL Angkatan XL/1, 150 Dikmaba TNI AL Angkatan XL/2, dan 198 siswa Dikmata TNI AL Angkatan XL/2 yang sedang menempuh pendidikan di Kodikmar. 

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut