Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ketua DPW Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani Dorong Transformasi: Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional!
Advertisement . Scroll to see content

Di Webinar Partai Perindo, Rektor UNUSIA Ungkap Isra Mi'raj Mengandung Pelajaran Penting

Jumat, 04 Maret 2022 - 17:31:00 WIB
Di Webinar Partai Perindo, Rektor UNUSIA Ungkap Isra Mi'raj Mengandung Pelajaran Penting
Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta, Juri Ardiantoro (tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Momen Isra Mi'raj memiliki pesan mendalam bagi umat manusia. Lewat peristiwa Isra Mi'raj, manusia dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta, Juri Ardiantoro, mengatakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke langit ketujuh, memiliki pesan yang besar terhadap SDM. Dijelaskannya, pada masa awal, banyak yang menganggap perjalanan tersebut merupakan sesuatu yang tidak masuk akal.

“Bisa diambil dari peristiwa Isra Mi'raj dalam pembangunan SDM kita. Mungkin satu hal yang bisa kita lihat adalah mengenai perkembangan sains, bagaimana umat manusia itu melihat peristiwa Isra Mi'raj ini yang awalnya sesuatu yang sulit dipahami secara nalar, secara sains. Tetapi belakangan ada banyak bukti bahwa itu tidak semata-mata tidak bisa dipahami,” kata Juri dalam Webinar Partai Perindo dengan tema Isra Mi'raj dan Pembangunan Karakter Bangsa, Jumat (4/3/2022).

Dari kasus tersebut, jelas dia, memberikan gambaran bahwa masyarakat itu dipastikan memiliki perkembangan. Perkembangan itu, katanya, harus berkaitan dengan kemampuan pengembangan SDM.

“Misalnya, saat Isra Mi'raj itu orang nggak percaya bagaimana mungkin Nabi bisa melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke langit 7 dalam satu malam. Nah sekarang sudah mulai terbukti nih, dari Arab Saudi ke Masjidil Aqsa di Palestina, tidak lagi semalam. Dalam 6 jam aja, pake pesawat sudah bisa nyampe. Yang dulu mungkin nggak pernah dibayangkan. Dulu kan kalau naik onta kurang lebih 40 hari dari Arab ke Palestina,” papar dia.

Menurut Juri, ini adalah pelajaran atau hikmah yang penting bahwa apa yang tadinya tidak mungkin secara nalar, dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan dan teknologi yang diciptakan, dengan SDM yang inovatif, maka menjadi mungkin.

“Jadi, pelajarannya adalah jika kita menginginkan perubahan, menginginkan kemajuan, menginginkan sesuatu yang jauh lebih baik dari sekarang, kalau kita berusaha, tidak ada yang tidak mungkin,” tambah Juri.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut