Didampingi Hotman Paris, Korban Pencabulan Pendiri Ponpes Pati Minta Pelaku Dihukum Berat
JAKARTA, iNews.id - Salah seorang korban dugaan kekerasan seksual oleh pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo Pati meminta tersangka Ashari dihukum berat atas perbuatannya. Permohonan itu disampaikan korban saat hadir dalam konferensi pers bersama pengacara Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (7/5/2026).
Saat menemui Hotman Paris, korban hadir bersama orang tua, kuasa hukum, dan mantan pegawai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo. Demi melindungi identitasnya, korban tampil menggunakan masker, hijab berwarna cokelat, serta kaca mata hitam.
“Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujar korban.
Korban juga meminta polisi menangani kasus tersebut secara serius dan tidak terpengaruh oleh pihak mana pun.
“Jangan terpengaruh oleh rayuan apapun. Kasihan, teman-teman saya satu pondok banyak benar yang jadi korban,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hotman Paris menyebut korban masih berstatus di bawah umur dan telah tinggal di ponpes tersebut selama hampir tiga tahun.