Digitalisasi Operasional dan Sistem Keselamatan Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Energi Nasional
RTC terintegrasi dengan lebih dari 2.900 perangkat GPS dan lebih dari 2.200 unit CCTV armada yang memungkinkan perusahaan memonitor pergerakan kendaraan, perilaku berkendara, kondisi perjalanan, hingga performa operasional secara menyeluruh melalui dashboard digital yang dapat diakses secara terpusat.
Sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko operasional, perusahaan menerapkan Journey Risk Management pada seluruh armada distribusi energi.
"Sistem ini memungkinkan identifikasi risiko perjalanan sejak tahap perencanaan rute hingga kendaraan tiba di lokasi tujuan. Setiap perjalanan dipantau secara aktif untuk memastikan potensi risiko dapat diantisipasi lebih dini sehingga keselamatan pengemudi, kendaraan, dan muatan tetap terjaga," tuturnya.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan program Fit to Work yang memastikan Awak Mobil Tangki (AMT) berada dalam kondisi siap kerja sebelum menjalankan tugas distribusi.
Program ini didukung oleh pemanfaatan teknologi CCTV pada armada dan pusat monitoring yang memungkinkan pengawasan kondisi pengemudi secara real-time sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kelelahan dan human error.