Din Syamsuddin: BJ Habibie Motivator Kebangkitan Intelektual Islam Indonesia

Felldy Utama ยท Rabu, 11 September 2019 - 21:31 WIB
Din Syamsuddin: BJ Habibie Motivator Kebangkitan Intelektual Islam Indonesia

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Rakyat Indonesia berduka atas wafatnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB. Habibie menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto sejak Senin, 2 September 2019.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin, salah satu yang sangat kehilangan wafatnya BJ Habibie. Dia mengingat saat bersama Habibie di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Din menjabat wakil ketua Dewan Penasihat ICMI Pusat periode 2005-2010.

"Sebagai pendiri dan ketua umum pertama Dewan Cendekiawan Muslim Indonesia, Habibie telah tampil sebagai motivator bagi kebangkitan intelektual Islam di Indonesia," katanya di rumah duka Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Din mengatakan, bangsa Indonesia sangat kehilangan atas wafatnya BJ Habibie. Khusus dunia Islam, Habibie, diakui sebagai pemimpin. "Semoga peran-peran selama hidupnya menjadi amal jariah yang diganjar Allah," ujarnya.

Dia menilai, keputusan pemerintah tepat menetapkan berkabung nasional selama tiga hari. Selama tiga hari itu, rakyat Indonesia juga diminta mengibarkan bendera setengah tiang.

"Maka sangat tepat pemerintah sudah mengumpulkan dan menyerukan sesuai protokol sebagai tanda mengibarkan bendera setengah tiang, punya makna simbolok sebagai duka bangsa, duka nasional," tuturnya.

Mengenai pembangunan Indonesia, menurut Din, Habibie begitu berjasa. Khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Saya kira Indonesia mengalami kemajuan pesat yang dihargai dunia ketika mampu mengembangkan high tech. Begitu pula selama memimpin, Habibie dalam waktu singkat telah melahirkan UU yang sangat berharga khususnya konsolidasi reformasi Indonesia," ujar Din.


Editor : Djibril Muhammad