Din Syamsuddin: Jika Umat Merasa Aman Salat Idul Fitri Tak Baik Dihalangi

Antara, Riezky Maulana ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 20:52 WIB
Din Syamsuddin: Jika Umat Merasa Aman Salat Idul Fitri Tak Baik Dihalangi

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah meminta dengan sangat masyarakat tidak menggelar salat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjemaah di masjid atau lapangan. Alasannya, salat berjemaah mengundang kerumuman orang yang berpotensi menularkan pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan, jika umat Islam di suatu daerah merasa aman dari penularan Covid-19, jangan dihalangi saat melaksanakan salat Idul Fitri (Id). "Jika ada umat merasa aman, para ulama tidak punya kewenangan, tidak baik menghalanginya," katanya dalam telekonferensi yang dipantau dari Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Din menuturkan,, ada wilayah yang memang dibolehkan menyelenggarakan salat Id di suatu zona aman atau Covid-19 terkendali. Ada kelonggaran bagi umat di kawasan tertentu untuk tetap melangsungkan salat Id di masjid atau lapangan.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengatakan dengan tidak menghalangi umat menyelenggarakan salat Id dalam konteks itu sebagai tindakan proporsional tengahan yang realistis.

Din mengatakan memang banyak usulan jika penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan secara nasional. Namun, pelaksanaannya tidak bisa seperti itu karena Indonesia memiliki keragaman wilayah yang sangat besar.

"Ada organisasi lain yang meminta penetapan dengan prinsip kita berada di wilayah NKRI, maka PSBB harus diberlakukan secara umum sebagaimana kata Pak Azyumardi Azra, sebut ini secara gelondongan. Tapi kita ingin juga demokratis," ujarnya merujuk PSBB demokratis sebagai parsial.

Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi mengatakan, jika suatu wilayah masuk area merah Covid-19 tidak terkendali agar tidak melakukan salat Id di area publik seperti masjid atau lapangan.

Dia meminta untuk wilayah tidak terkendali agar melakkukan salat Id bersama keluarga. "Mudah-mudahan ini pengalaman pertama dalam sejarah, ini yang baik dalam memperkuat nilai tawar rumah tangga di mana seorang ayah tampil sebagai imam dan khatib salat Id di rumah masing-masing," katanya.

Sedangkan di zona merah, kata dia, agar umat juga mengurangi interaksi sosial untuk sementara waktu saat Idul Fitri. "Kepada umat Islam agar dalam merayakan Idul Fitri tidak berkunjung ke keluarga handai taulan di daerah tidak terkendali karena berlebaran dengan sanak keluarga justru akan membuka kembali pintu masuk, bisa menularkan virus Covid-19. Silaturahim ini agar dilakukan secara virtual," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad