Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Lengkap Dokter Merdias Almatsier, Mantan Ketum PB IDI yang Meninggal Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Dipecat IDI, dr Terawan: Sampai Detik Ini Saya Belum Dapat Surat

Rabu, 04 April 2018 - 19:07:00 WIB
Dipecat IDI, dr Terawan: Sampai Detik Ini Saya Belum Dapat Surat
Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto Sp Rad (K) (duduk kiri), Rabu (4/4/2018). (Foto: iNews.id/Annisa Ramadhani).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto Sp Rad (K) akhirnya merespons pemecatan dirinya dari keanggotaan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Terawan mengaku belum menerima surat apapun dari PB IDI.

"Saya tidak menanggapi surat karena saya gak dapat surat. Sampai detik ini saya tidak mendapat surat yang ditujukan ke saya," kata Terawan seusai menerima kunjungan Komisi I DPR di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Terawan menjelaskan, bila benar ada surat pemecatan terkait dengan metode pengobatan yang dilakukan, dia mengaku siap mempertanggungjawabkan. Menurut dia, metode cuci otak (brain wash) atau dalam istilah medis dikenal sebagai digital subtraction angiography (DSA),  telah dipaparkan dalam disertasi doktoralnya di Universitas Hasanuddin, Makassar.

”Telah dijelaskan di Unhas dengan lima orang lain sehingga menghasilkan 12 jurnal internasional dan menghasilkan 6 orang doktor," ujarnya.

Seperti diketahui, beredar surat PB IDI yang memberhentikan sementara Terawan sebagai anggota. Pemberhentian itu terhitung per tanggal 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019. Menurut edaran tersebut, Terawan dipecat karena tidak mau mengikuti pedoman yang diberikan IDI ketika melakukan praktik sehingga dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

"IDI meminta jajaran PB IDI, IDI Wilayah dan IDI cabang, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia sebagai bagian dari IDI untuk menindaklanjuti dan menjalankan keputusan ini," demikian surat dari PB IDI tertanggal 23 Maret 2018.

Untuk diketahui, Terawan dikenal karena mengembangkan metode penyembuhan penyakit berkaitan dengan syaraf, misalnya stroke. Metode itu disebutnya sebagai cuci otak. Walaupun metode ini sempat dipertanyakan beberapa pihak karena banyak yang beranggapan belum ilmiah dan tidak dilakukan oleh ahlinya, nyatanya metode ini sukses menyembuhkan penderita stroke ringan ataupun berat.

Terawan menyadari segala sesuatu pasti ada risikonya. Namun risiko itu tidak akan terjadi jika dikerjakan dengan cermat, detail, dan dengan persiapan yang baik, serta tidak lupa berdoa kepada Tuhan. Begitu pun dalam menerapkan metode DSA.

"Harus dikerjakan dengan cermat, dengan detil, dan dengan persiapan yang baik. Dan jangan lupa harus didukung doa," kata dokter kelahiran Yogyakarta ini.

Sementara itu, Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari menjelaskan, kedatangan rombongan Komisi I DPR  untuk merespons polemik terkait dengan pemecatan dr Terawan. RSPAD merupakan mitra kerja Komisi I.

Editor: Masirom Masirom

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut