Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dirjen Kemendikdasmen Beberkan Alasan Pengadaan Chromebook Disetop di 2019
Advertisement . Scroll to see content

Diprotes Peserta UNBK lewat Instagram, Mendikbud Minta Maaf

Jumat, 13 April 2018 - 17:36:00 WIB
Diprotes Peserta UNBK lewat Instagram, Mendikbud Minta Maaf
Siswa SMA di Karanganyar terpaksa menggarap UNBK hingga malam hari. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mengeluhkan soal matematika yang sangat sulit ke akun media sosial Instagram @muhadjir_effendy. Akun tersebut adalah milik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Di antara para peserta mengeluhkan soal UNBK yang tidak sesuai dengan pada saat uji coba dan kisi-kisi. Akun @_putrilee mengeluhkan soal UN Matematika yang menurutnya susah. "Parah, soal UN MTK-nya susah banget, percuma belajar siang malam pagi sore nggak ada yang keluar."

Akun lainnya, @anon2585 meminta agar Mendikbud mengerjakan soal matematika agar tahu susahnya soal UNBK Matematika pada tahun ini. "coba pak, sekali kali kerjain UN mtk yang sekarang, biar bapak tau betapa susahnya kita mengerjakan soal soal yang bapak kasih."

Sementara, akun lainnya @ryukie78 meminta agar Mendikbud membayangkan anaknya jika ikut UN. Meskipun UN bukan syarat kelulusan, namun nilai UN masih dipertimbangkan untuk melamar pekerjaan.

Menanggapi keluhan para peserta UN tersbeut, Mendikbud Muhadjir Effendy meminta maaf. "Saya meminta maaf kalau ada beberapa kalangan yang merasa mengalami kesulitan yang tidak bisa ditoleransi. Dengan ini, saya janji bahwa akan kami benahi. Tetapi mohon maklum bahwa ujian nasional kita dari waktu ke waktu harus semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan kita," kata Muhadjir usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Muhadjir menjelaskan kualitas pendidikan Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara di kawan Asia dan Asia Tenggara. Karena itu, Kemendikbud berusaha untuk memperbarui sistem pendidikan, termasuk di antaranya adalah meningkatkan standar kualitas ujian nasional.

Diketahui, sebanyak 1.983.568 siswa SMA/MA di Tanah Air mengikuti UN yang diselenggarakan pada 9-12 April 2018. Dari jumlah peserta tersebut, sebanyak 1.812.565 peserta didik mengikuti UNBK yang berasal dari 18.353 satuan pendidikan atau 91 persen. Sisanya sebanyak 171.003 UN berbasis kertas pensil atau UNKP.

Pada jenjang SMA, provinsi yang menyelenggarakan 100 persen UNBK di antaranya Aceh, Banten, Bangka Belitung, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Beberapa pokok perbedaan pelaksanaan UN 2018 dengan tahun sebelumnya di antaranya adalah soal isian singkat yang terdapat pada mata pelajaran matematika jenjang SMA atau sederajat. Kemudian, sertifikat hasil ujian nasional (SHUN) menggunakan tanda tangan digital, dan biaya untuk proktor dan pengawas ujian di satuan pendidikan menggunakan anggaran yang dibebankan pada dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Editor: Azhar Azis

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut