Dirut Asabri: Uang Kalian Aman, Tidak Dikorupsi

Riezky Maulana ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 12:32 WIB
Dirut Asabri: Uang Kalian Aman, Tidak Dikorupsi

Direktur Utama PT Asabri, Sonny Widjaja (kiri), saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/1/2020). (Foto: iNews.id/Kymau)

JAKARTA, iNews.id – PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT Asabri (Persero) mengklarifikasi beberapa pemberitaan di media massa terkait dugaan korupsi di tubuh perusahaan pelat merah itu. Direktur Utama PT Asabri, Sonny Widjaja mengatakan, pihaknya menjamin kepada seluruh masyarakat dan nasabah bahwa uang mereka dalam kondisi aman.

“Saya menjamin bahwa uang kalian yang dikelola di Asabri aman. Tidak hilang, dan tidak dikorupsi,” kata Sonny saat memberikan konferensi pers di Kantor Asabri, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya begitu saja dengan informasi yang beredar sebelum adanya konfirmasi dari pihak Asabri. “Kita dapat jadi orang-orang yang tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan berita-berita tentang Asabri yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Menurut dia, siapa pun yang hendak berbicara ke publik, sudah seharusnya mencantumkan data dalam ucapannya. Tanpa data, sebuah ujaran dapat menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kepada pihak-pihak yang ingin berbicara tentang Asabri harap menggunakan data dan fakta yang terverifikasi. Hentikan pendapat yang cenderung tendesius dan menjurus negatif. Akibatnya tentu kegaduhan,” ucapnya.

Pihak Asabri, menurut Sonny, tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum jika keadaan terus berlarut-larut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, meminta dugaan korupsi di Asabri diusut tutas. Menurut informasi yang didapat Mahfud, dugaan korupsi itu bernilai triliunan rupiah.

“Ya, saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya (PT Asuransi Jiwasraya), di atas Rp10 triliun,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Mahfud mengatakan, kasus dugaan korupsi Asabri semula diketahuinya dari pemberitaan media. Namun, dia kemudian mengomunikasikan isu itu ke sejumlah pejabat berwenang yang mengatakan sinyalemen itu benar. “Nah, kalau iya, jangan didiamkan,” kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.


Editor : Ahmad Islamy Jamil