Dirut BRI Ungkap Ekonomi Indonesia Solid di Tengah Gejolak Timur Tengah
Karakteristik Indonesia sebagai produsen energi dan eksportir komoditas bersih (net commodity exporter) menjadi tameng utama. Selain itu, akselerasi belanja pemerintah yang mencapai Rp815 triliun (tumbuh 31,4 persen) pada kuartal I menjadi motor penggerak aktivitas domestik.
"Di tengah dinamika global yang masih diwarnai tekanan geopolitik ini, ekonomi Indonesia relatif menunjukkan ketahanan yang cukup terjaga. Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif solid dibandingkan dengan sejumlah negara lain," imbuh Hery.
Kondisi ekonomi nasional yang kuat tercermin langsung pada neraca keuangan BRI. Emiten bersandi saham BBRI ini mencatat pertumbuhan aset sebesar 7,2 persen menjadi Rp2.250 triliun.
Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, dengan segmen UMKM tetap menjadi pilar utama sebesar Rp1.211 triliun.
Dari sisi pendanaan, BRI berhasil memperbaiki struktur dana murah atau CASA yang tumbuh 13,2 persen. Hal ini berdampak pada efisiensi biaya dana (cost of fund) yang turun dari 3 persen menjadi 2,3 persen.