Disease X Bisa jadi Pandemi Baru, Puan: Jangan Sampai Kita Kecolongan Lagi
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti adanya fenomena penyakit Disease X yang dikhawatirkan bisa menjadi pandemi baru. Untuk itu, pemerintah diminta melakukan langkah mitigasi dengan adanya ancaman kesehatan tersebut.
“Penyakit ini masih misterius dan tersembunyi, saya mendorong Pemerintah melakukan upaya mitigasi sambil menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya penyakit tersebut. Jangan sampai kita kecolongan lagi karena kurangnya informasi,” ucap Puan, Sabtu (27/5/2023).
Berdasarkan studi, anomali perubahan iklim dan pemanasan global memang memungkinkan menimbulkan pandemi baru. Hal itu lantaran perubahan iklim memicu perpindahan habitat hewan liar ke daerah dengan populasi manusia yang besar yang berisiko menyebarkan virus.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah memperingatkan masyarakat dunia soal kemungkinan munculnya Disease X yang berpotensi menyebabkan terjadinya pandemi selanjutnya.
Disease X bukanlah nama penyakit tertentu melainkan istilah yang dipakai WHO untuk penyakit yang belum diketahui di masa depan. Penggunaan istilah itu juga sebagai bentuk kesiapsiagaan WHO mengatasi penyakit yang saat ini belum diketahui.
Disease X kemungkinan besar bersifat zoonosis yang disebabkan oleh patogen yang lompat dari hewan ke manusia. Sekitar 75 persen penyakit pandemi sebelumnya pun juga bersifat zoonosis, yaitu Ebola, HIV-AIDS, rabies, dan Covid-19.
Puan pun kembali mengingatkan, berakhirnya pandemi Covid-19 sebagai darurat kesehatan global bukan berarti akhir dari segala ancaman kesehatan. Oleh karenanya, dia mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam memerangi setiap penyakit.
“Tetap disiplin protokol kesehatan lebih baik, kita tidak boleh lengah dalam menghadapi adanya ancaman kesehatan yang baru. Kita tidak perlu panik, tapi harus selalu siap terhadap skenario terburuk,” katanya.
Selain itu, mantan Menko PMK ini menyoroti perlunya kesadaran akan perubahan iklim global dan ancaman karena adanya fenomena El Nino. Dia menekankan pentingnya tindakan pencegahan yang matang untuk mengurangi dampak kekeringan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan Indonesia akan menghadapi ancaman pengaruh El Nino pada bulan Juni 2023, dengan dampak kekeringan meluas hingga bulan Juli 2023. Pulau Jawa diprediksi menjadi daerah paling terdampak kekeringan.
“Kekeringan yang diakibatkan oleh fenomena El Nino adalah ancaman serius untuk masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah harus berperan aktif dalam menyusun strategi antisipasi untuk mengurangi dampak buruknya,” katanya.
Editor: Faieq Hidayat