Disorot Presiden, Ketua DPD Minta Kepala Daerah di Jatim Optimalkan Isolasi Terpusat
Selain itu, LaNyalla meminta fasilitas kesehatan dan pelayanan kepada pasien Covid di Jatim ditingkatkan. Dengan begitu, penanganan kepada pasien Covid dapat dilakukan secara maksimal.
“Pastikan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur terkendali. Kemudian gencarkan lagi testing dan tracing terhadap kontak erat pasien dan suspect Corona. Oksigen dan obat-obatan serta vitamin bagi pasien Covid harus selalu tersedia,” kata LaNyalla.
Terlepas dari angka kematian Covid yang masih tinggi, mantan Ketua Umum PSSI tersebut mengapresiasi tren penanganan Covid di Jatim yang membaik. Laporan Pemprov Jatim menyebut tren BOR menurun, hingga adanya peningkatan tracing dan testing dari yang awalnya 1,2 persen naik menjadi 9,4 persen.
“BOR di Jatim sudah di bawah standar WHO yaitu 60 persen, termasuk BOR ICU dari 78 persen turun menjadi 59 persen. Lalu menurunnya jumlah wilayah PPKM level 4 dari yang sebelumnya 30 kabupaten/kota saat ini hanya tinggal 17,” tuturnya.
Selain itu, LaNyalla menilai tes dan tracing di Jatim kian membaik setelah Pemda dibantu Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.