Djumala Tegaskan Diplomasi Perdamaian Bukan Pabrik Tempe

Rizqa Leony Putri ยท Selasa, 05 Juli 2022 - 08:00:00 WIB
Djumala Tegaskan Diplomasi Perdamaian Bukan Pabrik Tempe
Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala menegaskan, diplomasi perdamaian tak seperti pabrik tempe. (Foto: dok BPIP)

JAKARTA, iNews.id - Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala menjelaskan dalam fatsun diplomasi, perdamaian setidaknya harus melalui tiga proses. Hal itu di antaranya komunikasi, penghentian kekerasan, dan dialog.

Tiga tahapan proses itu sering dirujuk sebagai adab diplomasi. Menurut pria pernah menjabat sebagai Dubes Indonesia untuk Austria dan PBB di Wina itu, pembicaraan dan negosiasi perdamaian tak akan bisa dimulai jika tidak ada komunikasi. Sebab, dari komunikasi itulah kedua seteru bisa mengetahui posisi dan apa yang diinginkan oleh masing-masing pihak.

Untuk itu, dibutuhkan pihak ketiga untuk mediasi agar kedua pihak dapat berkomunikasi. Dengan mengadakan pertemuan empat mata dengan Zelensky dan Putin, Jokowi sejatinya sudah membuka pintu komunikasi. 

Lebih jauh diungkapkan Djumala, untuk memulai dialog dan perundingan kekerasan harus diakhiri. Perang harus dihentikan. Inilah himbauan yang disampaikan kepada Zelensky dan Putin.

Menurutnya, jika kekerasan sudah tidak ada lagi, perang berhenti karena gencatan senjata, maka tersedia ruang kondusif untuk berunding mencari jalan damai. Jadi, tidak heran jika salah satu misi Jokowi ke Ukraina dan Rusia adalah menghentikan kekerasan dan peperangan.

Editor : Rizqa Leony Putri

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda