Doa Bangsa untuk Sumatra, Menag Minta Masyarakat Hentikan Pola Pikir Eksploitatif terhadap Alam
Menag mengingatkan bahwa alam semesta bukan sekadar benda mati, melainkan memiliki kehidupan dan peran spiritual dalam tatanan ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, eksploitasi yang melampaui batas dapat memicu berbagai bentuk bencana yang merugikan manusia sendiri.
Dalam tausiahnya, Nasaruddin juga mengajak masyarakat menjadikan musibah sebagai pelajaran kolektif agar hubungan manusia dan alam dibangun secara lebih adil dan seimbang.
“Mari kita jadikan musibah yang terjadi di Aceh, di Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dan di tempat-tempat yang lain adalah sebagai sebuah pelajaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa upaya memperbaiki berbagai penderitaan akibat bencana tidak hanya dilakukan melalui langkah teknis dan bantuan material, tetapi juga melalui perubahan cara pandang terhadap alam.
“Cara memperbaiki segala macam penderitaan dan sekaligus tolak bala adalah mari kita menjadikan alam semesta sebagai partner kehidupan, jangan hanya menjadikannya sebagai objek di dalam menjalani kehidupan kita,” kata Nasaruddin.
Editor: Aditya Pratama