Doni Monardo Akui Data Jadi Tantangan Terbesar di Awal Pandemi Covid-19
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo menjelaskan data menjadi tantangan terbesar di awal pandemi covid-19. Terutama data perlengkapan medis di Indonesia yang menurutnya tidak terinventarisasi secara baik.
Doni menjelaskan salah satu yang tidak diketahui datanya yaitu alat pelindung diri (APD). Bahkan, dari awal pandemi covid-19 hampir semua rumah sakit tidak memiliki APD yang cukup.
“Tantangan terbesar dari awal itu adalah data. Kita tidak tahu berapa jumlah APD yang tersedia saat itu. Setelah Bapak Presiden mengeluarkan Keppres pada tanggal 13 Maret 2020 hampir semua rumah sakit itu tidak memiliki APD yang cukup,” ucap Doni dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 Hari ke-4 secara virtual, Kamis (9/3/2021).
Padahal, kata Doni, sejak akhir Januari 2020 pemerintah sempat melakukan beberapa pertemuan untuk mengetahui berapa kekuatan di bidang alat perlengkapan medis. Termasuk APD berupa hazmat dan juga masker.
Larangan Bepergian Libur Panjang, Doni Monardo Imbau Pimpinan Instansi Awasi Karyawan
“Sampai akhirnya sejumlah instansi memberikan informasi terutama dari Direktorat Bea dan Cukai yang mengatakan ada rencana untuk ekspor APD ke suatu negara. Dan dari situlah kita bisa mendapatkan APD saat itu dengan jumlah sekitar 230.000 unit,” kata Doni.
Doni mengatakan dalam waktu yang tidak lama APD ini terdistribusi ke Indonesia atas bantuan dari Panglima TNI yang mengerahkan seluruh armada TNI AU untuk mendistribusikan APD ke Indonesia.
“Sehingga keluhan-keluhan dari para dokter tentang tenaga kesehatan yang mulai berguguran, meninggal karena tidak memiliki alat perlengkapan yang memadai akhirnya bisa terpenuhi. Itu pun kita memerlukan waktu yang relatif cukup lama sehingga kita yakin dan optimistis bahwa produksi dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan hasmat kita,” ujar Doni.
Editor: Rizal Bomantama