Doni Monardo: Cara Penanggulangan Klaster Secapa TNI AD Tak Sesulit di Masyarakat

Harits Tryan Akhmad ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 19:11 WIB
Doni Monardo: Cara Penanggulangan Klaster Secapa TNI AD Tak Sesulit di Masyarakat

Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo. (Foto: Okezone/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA, iNews.id - Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat (AD) menjadi klaster baru penyebaran pandemi virus corona (covid-19). Penyebabnya 1.262 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo menilai potensi sebaran Covid-19 dari klaster Secapa AD Bandung bisa dikendalikan. Menurut dia, penanggulangannya tak sesulit penyebaran di tengah masyarakat luas.

"Di Secapa itu bisa dilokalisir. Artinya cara penanggulangannya tidak sesulit berada di tengah masyarakat," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2020).

Menurut Doni, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menghubunginya untuk melakukan koordinasi. Dia berharap dengan kerja sama semua unsur dapat membantu tenaga medis menyembuhkan para pasien yang dinyatakan positif Covid-19.

"Kerja sama oleh unsur medis di lapangan mudah-mudahan bisa membantu," ujar kepala Badan Nasional Penanggulangan Benacana (BNPB) ini.

Doni menyebutkan, hampir semua pasien positif Covid-19 klaster Secapa TNI AD yang tak menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi fit. Mereka pun bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

"Mereka semuanya hampir dalam kondisi fit," ujar mantan komandan jenderal Kopassus ini.

Sebelumnya Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan Pusat Pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat (AD) di Bandung menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Jawa Barat. Setelah ditemukan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.262 orang.

"Penambahan yang cukup banyak untuk provinsi Jawa Barat, didapatkan dari klaster yang sudah selesai kita lakukan penyelidikan epidemiologi sejak tanggal 29 Juni kemarin berturut-turut yaitu klaster di pusat pendidikan sekolah calon perwira TNI Angkatan Darat," kata Yuri, Kamis, 9 Juli 2020.

Editor : Djibril Muhammad