Doni Monardo: Jika Sekolah di Zona Kuning Dibuka, Setiap Pelajar Pertemuan Hanya 2 Kali

Dita Angga ยท Senin, 13 Juli 2020 - 14:05 WIB
Doni Monardo: Jika Sekolah di Zona Kuning Dibuka, Setiap Pelajar Pertemuan Hanya 2 Kali

Kepala Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo. (Foto: Okezone/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mempertimbangkan membuka sekolah yang berada di zona kuning penyebaran pandemi virus corona (Covid-19). Pertimbangan tersebut atas permintaan sejumlah pihak agar sekolah yang berada zona kuning juga dibuka selain di zona hijau.

Kepala Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, pihaknya hanya mengusulkan sekolah dapat dibuka di zona hijau. Meski begitu, jika nantinya sekolah di zona kuning diizinkan dibuka, Gugus Tugas sudah memikirkan beberapa ketentuan yang akan ditetapkan.

"Kalau toh misalnya disetujui maka maksimal setiap pelajar itu hanya dua kali saja mengikuti kegiatan. Kemudian persentase pelajar yang di ruangan tidak boleh lebih dari 30 persen atau 25 persen. Ini dalam topik pembahasan," katanya.

Hal itu disampaikan Doni usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020). Namun sekali lagi dia menegaskan hal tersebut belum menjadi keputusan.

Doni juga menekankan jika disetujui maka hanya dua zona saja yang bisa menyelenggarakan pendidikan yakni hijau dan kuning. Menurut dia, salah satu alasan sekolah dibuka adalah adanya permintaan dari sejumlah orang tua dan para pimpinan sekolah yang mengatakan sudah lama tidak ada aktivitas.

"Tetapi kalau toh ini jadi maka hanya di zona kuning. Zona hijau sudah diberikan rekomendasi tambahannya adalah zona kuning. Tetapi ini masih dalam topik pembahasan," ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan membahas lebih lanjut permintaan tersebut dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Kami sedang memikirkan permintaan dari sejumlah masyarakat agar zona kuning pun diizinkan untuk sekolah. Kami sedang membahas ini," katanya.

Editor : Djibril Muhammad