Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DSI Uji Coba Ekspor Perdana Oktober, Jadi Pengekspor Tunggal Mulai 2027
Advertisement . Scroll to see content

DSI Atur Fee Ekspor 3 Komoditas Strategis, Begini Perhitungannya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:45:00 WIB
DSI Atur Fee Ekspor 3 Komoditas Strategis, Begini Perhitungannya
ilustrasi DSI masih menghitung fee ekspors tiga komoditas strategis RI. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) akan menetapkan tarif atau feeekspor tiga komoditas strategis. Nantinya, perhitungan akan mempertimbangkan efisiensi dan kemampuan badan usaha.

Direktur Keuangan dan Treasury PT DSI Sinthya Roesly mengatakan DSI sebagai perusahaan berbentuk perseroan terbatas tetap perlu memperhitungkan biaya operasional yang sudah dikeluarkan serta memperoleh margin yang wajar dalam menjalankan mandatnya.

“Karena kita juga PT, tentu sebagai PT ada suatu cost recovery karena sudah ada injeksi capital. Tidak mungkin harus menjadi rugi,” ujar Sinthya di Wisma Danantara, Senin (24/8/2026).

Sinthya mengatakan besaran fee ekspor masih dalam tahap penghitungan. Penetapannya akan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan kewajaran margin sehingga tidak memberatkan pelaku usaha pertambangan.

“Ini sedang dihitung, tentu dengan prinsip-prinsip misalnya efisiensi, tidak menambah biaya kepada eksportir dan juga tentu akan dikonsultasikan dengan para pihak terkait,” katanya.

Menurut Sinthya, pengenaan fee akan memperhitungkan dampaknya terhadap biaya ekspor yang ditanggung produsen atau eksportir Indonesia. Perhitungan tarif tidak hanya berorientasi pada pemulihan biaya DSI, tetapi juga mempertimbangkan daya saing eksportir serta efisiensi biaya ekspor nasional.

“Semangatnya untuk bicara bagaimana fee yang akan kita bebankan kepada masyarakat akan dihitung bagaimana export cost bagi si produsen atau eksportir Indonesia,” tutur Sinthya.

Sinthya menambahkan, saat ini DSI menangani ekspor tiga komoditas, yakni CPO, batu bara, dan ferro alloy.

Ke depan, cakupan komoditas berpotensi diperluas untuk mendukung upaya menjaga harga jual komoditas Indonesia di pasar global.

“Apakah kemungkinan kita akan perluas ke depan? Kemungkinan ada, karena cita-cita pemerintah sebenarnya kan tujuan utamanya adalah bagaimana resources Republik Indonesia ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan kemakmuran masyarakat ya,” pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut