Kejagung Ungkap Toba Pulp Lestari Diduga Manipulasi Ekspor, Akal-akalan Kurangi Pajak
JAKARTA, iNews.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) membongkar dugaan akal-akalan PT Toba Pulp Lestari (TPL) dalam transaksi ekspor bubur kertas ke perusahaan afiliasinya. Modus tersebut diduga dilakukan melalui under invoicing dengan memanipulasi penyebutan jenis produk yang diekspor sehingga berdampak pada berkurangnya kewajiban pajak perusahaan.
Dalam kasus dugaan korupsi transfer pricing tersebut, Kejagung menetapkan dua aparatur sipil negara (ASN) di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berinisial BP dan SR sebagai tersangka.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna mengatakan penetapan kedua tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dugaan tindak pidana korupsi dalam transaksi PT TPL.
"Pada malam ini, telah menetapkan dua tersangka dengan inisial BP dan SR," ujar Anang dalam konferensi pers di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Rabu (12/8/2026).
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Saiful Bahri Siregar menjelaskan dugaan modus tersebut berkaitan dengan kegiatan ekspor bubur kertas PT TPL kepada perusahaan afiliasinya pada periode 2008-2025.