Duga Kerugian Negara Proyek BTS Lebih Dari Rp1 Triliun, Kejagung Gandeng BPKP 

Felldy Utama · Rabu, 23 November 2022 - 16:36:00 WIB
Duga Kerugian Negara Proyek BTS Lebih Dari Rp1 Triliun, Kejagung Gandeng BPKP 
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumenda (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) menduga kerugian negara atas perkara dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 - 2022, bisa lebih dari yang telah diperhitungkan pihak penyidik. Kejagung akan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Kerugiannya kemarin Rp1 triliun dari perhitungan penyidik. Ini masih kita konsultasikan dengan BPKP. Kemungkinan lebih yak," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumenda saat ditemui di Jakarta, Rabu (23/11/2022). 

Oleh karena itu, Ketut memastikan dengan adanya konsultasi tersebut, Kejagung bersama BPKP bisa melakukan audit investigasi secara menyeluruh atas kerugian negara dari kasus tersebut. 

"Iya, nanti kita kerja sama BPKP untuk melakukan perhitungan riil terhadap kerugian negara," ujarnya. 

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kuntadi mengatakan total ada 4.200 titik dari tiga konsorsium yang tengah disidik. Dari tiga konsorsium tersebut terdapat lima paket dengan rincian sebagai berikut: 

• Paket 1: Kalimantan 269 titik dan Nusa Tenggara 439 titik. 
• Paket 2: Sumatera 17 titik, Maluku 198 titik, Sulawesi 512 titik. 
• Paket 3: Papua 409 titik dan Papua Barat 545 titik. 
• Paket 4: Papua 966 titik.
• Paket 5: Papua 845 titik. 

Nilai total proyek pengadaan BTS tersebut diketahui sekitar Rp10 triliun. Sementara total kerugian negara masih dalam tahap penghitungan oleh tim penyidik. Akan tetapi nilainya diperkirakan mencapai Rp1 triliun. "Masih dihitung tapi kira-kira segitu," kata Kuntadi.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda