Duh! 6.000 Lulusan S2 dan S3 Nganggur dan Putus Asa Cari Kerja
Menurut laporan LPEM FEB UI, kelompok pendidikan tersebut biasanya menghadapi hambatan yang berbeda, di antaranya upah yang tidak terpenuhi, mismatch antara bidang studi dan peluang kerja, serta persepsi diskriminasi usia bagi lulusan yang baru memasuki pasar kerja di usia yang lebih matang.
"Fenomena ini menunjukkan bahwa keputusasaan bukan monopoli kelompok berpendidikan rendah, melainkan dapat timbul ketika janji mobilitas naik dari pendidikan tinggi tidak terwujud," dikutip dari laporan LPEM FEB UI, Selasa (9/12/2025).
Dalam laporan tersebut, diketahui terjadi kenaikan jumlah penduduk yang tidak bekerja dan tidak mencari kerja karena putus asa, dari sekitar 1,68 juta orang pada Februari 2024 menjadi sekitar 1,87 juta orang pada Februari 2025, atau naik sekitar 11 presen.
"Secara proporsi terhadap total penduduk usia kerja, kelompok ini memang tetap kecil. Namun, dalam kerangka ILO, discouraged workers adalah bagian dari labour underutilization, yaitu kelompok yang ingin bekerja tetapi tidak terserap karena berbagai hambatan yang tidak selalu tercermin dalam angka pengangguran terbuka," tulis laporan itu.
Penelitian LPEM FEB UI berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui proporsi pengangguran yang putus asa mencari kerja dilihat dari jenjang lulusan sebagai berikut:
- SD atau tidak tamat SD: 50,07 persen
- SMP: 20,21 persen
- SMA: 17,29 persen
- SMK: 8,09 persen
- Diploma: 1,57 persen
- S1: 2,42 persen
- S2 dan S3: 0,35 persen.
Editor: Aditya Pratama