Dukung Vaksinasi Tetap Dikebut, Komisi IX DPR: Untuk Berikan Herd Protection
JAKARTA, iNews.id - Untuk mencapai kekebalan komunal (herd immunity), vaksin harus memiliki "transmission blocking ability" atau kemampuan menghentikan penularan. Namun cepatnya mutasi covid-19 seperti munculnya varian delta telah membuat efikasi (kemanjuran) vaksin covid-19 yang ada menurun sehingga herd immunity yang diharapkan, tidak mungkin tercapai.
Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris mengatakan hal itu sudah diamini oleh epidemolog dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Tapi menurutnya hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mengendorkan vaksinasi covid-19.
"Sebaliknya justru harus menjadi pelecut pemerintah untuk semakin mempercepat vaksinasi. Laju vaksinasi tidak boleh menurun apalagi terhenti karena alasan kekurangan stok vaksin dan kendala distribusi. Ini demi mencapai target 2 juta dosis per hari," katanya di Jakarta, Sabtu (28/8/2021).
Dia mengatakan meski herd immunity tidak mungkin tercapai lewat vaksinasi yang sudah dan sedang berjalan ini, faktanya vaksinasi tetap memberi perlindungan terhadap penerima vaksin dari gejala berat dan risiko kematian akibat covid-19. Data Kemkes menyebut lebih dari 90 persen orang yang meninggal dunia akibat covid-19 belum pernah divaksin, cukup memberi bukti vaksinasi tetap melindungi.
Menurutnya perlidungan ini akhirnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan komunitasnya sehingga tetap bisa memberikan perlidungan komunal.
"Vaksin memang tidak mungkin memberikan kekebalan kamunal (herd immunity), tetapi bisa memberikan perlidungan kawanan (herd protection) dari gejala berat dan risiko kematian akibat covid-19," ucapnya.