Edhy Prabowo Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

Felldy Utama ยท Rabu, 11 Maret 2020 - 13:31 WIB
Edhy Prabowo Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menjalani sidang terbuka doktor di Unpad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020). (Foto: Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri KKP)

BANDUNG, iNews.id - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung. Ia dinyatakan lulus S3 dengan predikat cumlaude setelah mempresentasikan disertasinya yang berjudul "Komunikasi Persuasif Calon Legislatif dalam Kampanye Politik" di Aula Graha Sanusi, Unpad, Bandung, Rabu (11/3/2020).

Menteri Edhy memaparkan disertasinya fokus pada penerapan komunikasi politik yang sesuai untuk melakukan persuasi kepada konstituen calon legislatif terpilih periode tahun 2014-2019, khususnya di daerah pemilihan I Sumatera Selatan. Menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumen, data yang terkumpul dianalisis serta disimpulkan berdasarkan fenomena yang diteliti. Narasumber atau informan yang menjadi subjek dalam penelitiannya berasal dari anggota partai yang lolos maupun yang tidak lolos pemilu.

Dalam penelitiannya, Menteri Edhy menemukan proposisi pentingnya menyusun strategi komunikasi persuasif berbasis pada model “constructing of meaning” dan pendekatan kultural. Pada strategi komunikasi dalam konteks pemilihan, lebih tepat dibandingkan dengan permainan politik uang yang lebih berisiko tinggi.

"Bagaimanapun, literasi konstituen (khalayak) terhadap wacana politik, perilaku aktor, dan elite politik serta keterbukaan akses di satu sisi serta tingginya intervensi teknologi komunikasi akan membuka lahan bagi transparansi komunikasi politik di Indonesia. Dan pada sisi yang lain, kemampuan elite atau calon membangun makna tentang wacana yang ditawarkan, akan lebih membuka mata dan hati khalayak atau konstituen," jelas Menteri Edhy.

Merujuk pada temuan di atas, citra dan reputasi anggota legislatif yang terdahulu, menjadi pedoman bagi konstituen dalam memilih calon legislator pada kontestasi politik periode berikutnya. Komunikasi langsung secara tatap muka dengan khalayak di daerah pemilihan, menjadi faktor penting untuk menjalin hubungan sosial dan kepercayaan khalayak kepada calon legislatif.

"Tidak bisa dinafikan dalam berpolitik butuh modal untuk mendapatkan dukungan. Dukungan uang sebagai ongkos politik diharapkan tidak disalahgunakan menjadi money politic yang akan menodai proses pemilu itu sendiri," katanya.

Melalui pendekatan komunikasi persuasif yang efektif, diharapkan mampu memunculkan transaksi kebijakan. Terlebih untuk Dapil 1 Sumatera Selatan, peluang keterpilihan calon legislator dengan pendekatan persuasif terbukti lebih efektif ketimbang faktor money politic.

"Terjalinnya silaturahmi antara kontestan dengan pemilihnya mampu menafikan politik uang karena para pihak telah tumbuh rasa simpati dan khalayak pemilih percaya bahwa calon legislatif tersebut akan memberi perhatian dan bantuan untuk membangun daerah para khalayak," ujarnya.

Sebagai informasi, para penguji sidang tersebut antara lain Prof. Dr. Soleh Soemirat, MS; Dr. Suwandi Sumartias, M.Si; dan Prof. Dr. Engkus Kuswarno, MS. Sedangkan Ketua tim promotor terdiri atas Dr. Dadang Rahmat Hidayat SH.,S.Sos.,M.Si, dengan anggota Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA dan Dr. Dadang Sugiana, M.Si. Sementara representasi guru besar dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Mahfud Arifin.

Editor : Rizal Bomantama