Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sertijab TNI, Mayjen Suherlan Resmi Jabat Kepala Staf Korps Marinir
Advertisement . Scroll to see content

Eks Kabais Nilai Enzo Tak Cocok jadi Taruna Akmil karena Terpengaruh Radikalisme

Minggu, 11 Agustus 2019 - 13:29:00 WIB
Eks Kabais Nilai Enzo Tak Cocok jadi Taruna Akmil karena Terpengaruh Radikalisme
Tangkapan layar eks Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) Laksda Purn Soleman Ponto.
Advertisement . Scroll to see content

Calon Taruna Lain

Dia yakin ada calon lainnya tidak lolos karena 'keterpengaruhan'. Mengingat, semua calon taruna yang akan dididik di kawah Candradimuka Magelang harus bebas dari 'pengaruh' ekstrem kanan, kiri dan ektrim lainnya.

"Mereka harus benar-benar bersih, sehingga mudah untuk membentuknya dan hasilnya akan baik," ujarnya.

Soleman pun mengibaratkan seperti makanan. Jika bahan yang akan dimasak itu sudah 'cenderung asin', maka akan tidak enak jika akan dijadikan manis. Karena itu bahannya harus betul-betul tawar, tidak ada pengaruh dari asin atau dari manis.

Enzo Zenz Allie saat berdialog dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu. (Foto: Dispenad)

Dia mengatakan, jangan hanya Enzo yang ngajinya hebat dan agamanya bagus lantas diterima. Apalagi, masih ada calon lain yang ngajinya juga tidak kalah dengan Enzo. Begitu juga dengan empat bahasa yang dikuasai Enzo.

"Lalu apakah hanya karena Enzo menguasai empat bahasa, lalu 'keterpengaruhannya' diabaikan begitu saja? Harap diingat bahwa TNI dalam melaksanakan tugasnya 'tidak memerlukan orang-orang yang dapat berbicara dengan empat bahasa', karena TNI dalam melaksanakan tugasnya hanya akan 'bicara dengan peluru," tuturnya.

Soleman mengingatkan para junior agar tidak menjadikan tes masuk TNI sebagai ajang coba-coba. Standar prosedur yang telah ada hendaknya dijalankan dengan sebaik-baiknya.

"Proses test masuk TNI telah disusun sedemikian rupa dengan menganut asas 'zero toleran'. Tidak ada toleransi sama sekali bagi hal-hal yang dapat berkembang ke arah ekstrem," katanya.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut