Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Selain Jepang dan China, RI Bidik Afrika hingga Timur Tengah untuk Ekspor Perikanan
Advertisement . Scroll to see content

Ekspor Indonesia Naik 4,74 Persen, Mendag Beberkan 3 Program Prioritas

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:23:00 WIB
Ekspor Indonesia Naik 4,74 Persen, Mendag Beberkan 3 Program Prioritas
Ekspor Indonesia mencapai 193,64 miliar dolar AS pada Januari-Agustus 2026, tumbuh 4,74 persen dengan industri pengolahan sebagai penopang utama. (Foto: Ilustrasi/Dok. Pelindo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai ekspor Indonesia mencapai 193,64 miliar dolar AS sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Industri pengolahan menjadi penopang utama dengan kontribusi 159,55 miliar dolar AS atau 82,40 persen dari total ekspor nasional.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menuturkan, capaian tersebut didukung pelaksanaan tiga program prioritas Kementerian Perdagangan (Kemendag), yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta Dari Lokal untuk Global.

“Industri pengolahan telah menunjukkan kemampuan Indonesia untuk bertransformasi menjadi eksportir produk manufaktur. Untuk terus mendukung kinerja positif ini, Kemendag terus menjalankan tiga program prioritas yang juga telah menghasilkan berbagai capaian positif,” kata Budi dalam keterangannya dikutip, Senin (26/10/2026).

Pada program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Kemendag mendorong penyerapan produk lokal melalui kerja sama dengan asosiasi ritel dan penyelenggaraan program belanja nasional. Sepanjang Januari-Oktober 2026, nilai transaksi dari program tersebut mencapai Rp259,3 triliun.

Kemendag juga memfasilitasi pendampingan dan kemitraan bagi 6.383 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat memasok jaringan ritel modern. Selain itu, sebanyak 4.100 barcode diberikan secara gratis untuk mendukung daya saing produk lokal.

Kampanye Gerakan Kamis Pakai Lokal (GASPOL) turut digalakkan di lingkungan Kemendag untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri. Di sisi lain, pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan secara berkala di 550 pasar rakyat yang tersebar di 514 kabupaten dan kota.

Perlindungan UMKM di perdagangan digital juga diperkuat melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). 

Regulasi tersebut, menurut bahan yang disampaikan Kemendag, mengatur pemberian prioritas eksposur bagi produk UMKM lokal melalui sistem rekomendasi platform perdagangan elektronik.

Dalam upaya melindungi industri domestik dari praktik perdagangan tidak sehat, penyelidikan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) disebut berhasil menyelamatkan potensi nilai industri sebesar 54,49 juta dolar AS selama Oktober 2024-Oktober 2026.

Pada program Perluasan Pasar Ekspor, Kemendag mencatat potensi transaksi sebesar 22,94 miliar dolar AS dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026. Angka tersebut melampaui potensi transaksi pada penyelenggaraan sebelumnya yang mencapai 22,8 miliar dolar AS.

Khusus untuk UMKM, potensi transaksi di ajang tersebut mencapai 510,79 juta dolar AS, meningkat dibandingkan 474,7 juta dolar AS pada tahun sebelumnya.

Budi menyebut, pemerintah juga terus membuka akses pasar melalui perjanjian perdagangan internasional. Saat ini, 25 perjanjian disebut telah berlaku, sedangkan 13 lainnya masih dalam proses perundingan.

“Indonesia juga telah berhasil membuka akses pasar produk lokal ke berbagai tujuan ekspor melalui perjanjian dagang internasional yang telah berhasil kita selesaikan. Saat ini, 25 perjanjian telah berlaku dan 13 lainnya sedang dalam perundingan, termasuk menunggu waktu penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada akhir 2026,” tuturnya.

Untuk mendukung implementasi perjanjian dagang, Kemendag mengembangkan otomatisasi Surat Keterangan Asal (e-SKA) melalui sistem INATRADE. Sistem tersebut telah terhubung dengan 20 negara mitra dagang, termasuk Uni Emirat Arab.

Kemendag juga menerbitkan tujuh peraturan menteri perdagangan di bidang ekspor dan tiga di bidang impor. Deregulasi ini diarahkan untuk memperlancar arus barang sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah industri melalui hilirisasi.

Selain itu, upaya mengatasi hambatan perdagangan non-tarif disebut berhasil mengamankan potensi ekspor Indonesia senilai 64,1 juta dolar AS pada Januari-September 2026. Capaian tersebut melanjutkan penyelamatan potensi ekspor sebesar 437 juta dolar AS sepanjang 2025.

Program Dari Lokal untuk Global dijalankan melalui empat klaster pemberdayaan. Pada klaster UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, Kemendag memfasilitasi 797 sesi penjajakan kesepakatan bisnis dengan potensi transaksi 361,55 juta dolar AS selama Januari-September 2026.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan potensi transaksi 134,87 juta dolar AS dari 662 kegiatan sepanjang 2025.

Pada klaster Desa BISA Ekspor, sebanyak 787 desa telah dibina untuk menjadi kantong eksportir baru. Hingga September 2026, Kemendag juga memetakan 121 sentra industri kecil dan menengah (IKM) potensial untuk dipersiapkan memasuki pasar internasional.

Sementara itu, program kemitraan UMKM telah menjembatani 1.203 pelaku usaha dengan jaringan ritel modern di dalam negeri, termasuk melalui kolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN), selama Januari-Oktober 2026.

Klaster keempat, Campuspreneur, mencatatkan 27 kemitraan dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan unit bisnis mahasiswa dan sivitas akademika. Pelaku usaha kampus yang mengikuti TEI ke-41 juga membukukan potensi transaksi sebesar 24,57 juta dolar AS.

Budi menegaskan, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kinerja perdagangan, memperluas pasar ekspor, dan memperkuat daya saing produk lokal.

“Berbagai capaian Kemendag melalui tiga program prioritas merupakan bagian penting dari dua tahun perjalanan Kabinet Merah Putih. Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kinerja perdagangan domestik, mendorong ekspor, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, dan mendorong naiknya daya saing produk-produk lokal agar dapat bersaing secara global,” tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut