Empat Catatan Prabowo usai Jokowi Umumkan Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim

Antara ยท Selasa, 27 Agustus 2019 - 09:59 WIB
Empat Catatan Prabowo usai Jokowi Umumkan Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews,id - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendukung langkah pemerintah yang menetapkan sebagian wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi ibu kota baru pengganti Jakarta. Namun, ada empat catatan disertakan mantan danjen Kopassus ini.

Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, empat catatan tersebut harus dipenuhi pemerintah. Pertama, kebijakan tersebut harus didasari dengan kajian yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kebijakan itu tidak grasa-grusu, dan menjadi program jangka panjang yang dipersiapkan dengan matang," ujarnya di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Kedua, menurut Dahnil, pemindahan ibu kota harus berbasis pada pandangan ekonomi. Seperti, biaya kesempatan (oppourtunity cost), biaya keuangan (financial cost), yang fondasi dasarnya prioritas.

Catatan ketiga, masalah paling dasar lain kapasitas negara menyelesaikan kemiskinan, pengangguran, dan kedaulatan ekonomi. Seperti kedaulatan pangan, kedaulatan energi serta pertahanan dan keamanan.

"Karena semua masalah di atas adalah masalah primer kita sebagai bangsa dan negara," ujar mantan ketua umum Pemuda Muhammadiyah ini.

Catatan keempat, masih kata Dahnil, pemindahan ibu kota juga harus memperhatikan dampak sosial, budaya, dan politik bagi persatuan dan kesatuan NKRI. Pemindahan ibu kota tidak sekadar masalah ekonomi, tetapi ada masalah antropologis budaya dan masalah geopolitik, pertahanan, keamanan, serta masalah lingkungan hidup.

"Jadi, tidak boleh pandangan pemindahan ibu kota sekadar dilihat dari sisi ekonomi an sich," katanya.

Dahnil menegaskan Prabowo dan Gerindra mendukung segala upaya baik yang pro masa depan, bukan upaya abai masa depan.


Editor : Djibril Muhammad