Empat Prajurit TNI Legendaris Ini Ternyata Blasteran, Dari Pahlawan Revolusi hingga Pendiri Kopassus

Mohammad Atik Fajardin ยท Senin, 27 Juni 2022 - 06:52:00 WIB
Empat Prajurit TNI Legendaris Ini Ternyata Blasteran, Dari Pahlawan Revolusi hingga Pendiri Kopassus
Empat prajurit TNI legendaris yang ternyata blasteran. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah prajurit TNI yang melegenda ternyata memiliki darah campuran atau blasteran. Meski memiliki darah campuran, keteguhan mereka akan nasionalisme terhadap Republik Indonesia tak bisa diremehkan.

Dimulai dari Letnan Satu Pierre Tendean, Serma KKO (Purn) Djoni Matius (Djoni Liem), Laksamana Muda TNI John Lie Tjeng Tjoan hingga Letkol Inf Mohammad Idjon Djanbi. Berikut profil mereka:

1. Letnan Satu Pierre Tendean

Lahir di Jakarta tanggal 21 Februari 1939, Pierre Tendean merupakan perwira militer keturunan Prancis-Minahasa. Ibunda Pierre, Maria Elizabeth Cornet, merupakan keturunan Prancis dari Leiden, Belanda.

"Sedangkan ayah Pierre Tendean merupakan seorang dokter spesialis jiwa berdarah Minahasa, Aurelius Lammert (AL) Tendean," seperti dikutip dari buku Sang Patriot Kisah Seorang Pahlawan Revolusi, Biografi Resmi Pierre Tendean.

Nama Pierre Tendean atau lengkapnya Pierre Andries Tendean menjadi begitu melegenda karena merupakan salah satu pahlawan revolusi. Dia menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Sejak April 1965 Pierre menjadi ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris (AH) Nasution dan tinggal di kediaman AH Nasution di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Menteng, Jakarta Pusat. Pierre Tendean meninggal pada 1 Oktober 1965 di Jakarta saat malam peristiwa G30S.

Dalam tragedi itu, Pierre Tendean berusaha melindungi Jenderal AH Nasution dengan mengaku sebagai Nasution saat pasukan Cakrabirawa menyerbu rumah jenderal besar itu. Jenazah Tendean ditemukan di sumur Lubang Buaya, bersama enam jenazah jenderal lainnya.

2. Serma KKO (Purn) Djoni Matius

Sersan Mayor (Serma) KKO (Purn) Djoni Matius Liem atau yang lebih dikenal dengan nama Djoni Liem merupakan sosok kelahiran Bandung tanggal 3 April 1934. Dia merupakan Purnawirawan TNI Angkatan Laut (AL) berdarah Tionghoa.

Djoni Liem memiliki julukan 'Semburan Mulut Berbisa' yang bisa meluncurkan jarum, mata kail pancing, silet, dan beras dari mulutnya dengan jarak kurang lebih sekitar 30 meter.

Pemilik nama asli Liem Wong Siu ini sempat mendapatkan penghargaan dari Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono di Museum Korps Marinir, Kesatrian Marinir Moekijat, Gedangan, Sidoarjo, Jumat (4/12/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Dankormar menyampaikan ucapan terima kasih dan sangat bangga kepada Djoni Matius Liem yang telah memberikan jasa dan pengabdiannya kepada NKRI Korps Marinir TNI AL pada penugasan mulai operasi Dwikora, Trikora, PRRI/Permesta, DI/TII, RMS, dan operasi Seroja.

"Kunjungan ini dalam rangka memperingati HUT ke-75 Korps Marinir 15 November 2020, semoga dengan usia Korps Marinir yang semakin bertambah, Korps Marinir semakin jaya, maju dan dicintai rakyat, sehingga apa yang telah diperjuangkan oleh para sesepuh pendahulu dapat dirasakan dan dinikmati oleh generasi penerus," ucap Suhartono kepada Serma KKO (Purn) Djoni Matius Liem.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda