Epidemiolog Jelaskan Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Tak Pecahkan Rekor seperti di Eropa hingga AS
"Apalagi di tengah keterbatasan daya deteksi Omicron. Jadi tidak bisa mendeteksi dengan cepat penyebaran Covid-19 Omicron di Indonesia," tutur dia.
Apalagi, kasus Covid-19 varian Omicron yang terdeteksi dan dilaporkan itu bergantung pada kemampuan setiap daerah dan negara. Indonesia dinilai belum memiliki kemampuan yang baik untuk mendeteksi Omicron.
Akibatnya, jumlah kasus tidak terdeteksi sehingga belum ada laporan kasus Covid-19 pecahkan rekor di Indonesia. Padahal, Omicron telah menyebar di antara masyarakat.
"Indonesia tidak memiliki kemampuan deteksi testing yang mumpuni, 500.000 per hari saja belum bisa. Pernah 250.000 sekali atau dua kali, tapi kemudian menurun. Jadi bukan kasusnya sedikit tapi karena sistem deteksi dini kita belum mampu mendeteksi kasus sebanyak tersebut. Kasus Omicron itu ada tapi ada di tengah masyarakat tidak terdeteksi," jelas Dicky.
Belum lagi karakter masyarakat Indonesia bukan orang yang kalau sakit langsung berobat ke Rumah Sakit. Hal ini berdasarkan survei BPS, di mana masyarakat Indonesia kalau sakit 80 persen berobat di rumah saja.