Eurico Guterres, Pejuang Timor Leste yang Pro Indonesia Penerima Bintang Jasa Utama
JAKARTA, iNews.id - Eurico Guterres pejuang Timor Leste yang pro Indonesia. Ia merupakan tokoh yang menolak Timor Leste yang dulunya bernama Timor Timur lepas dari Indonesia. Pada 12 Agustus 2021, Eurico Guterres menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo.
Lantas, siapa sosok Eurico Guterres sebenarnya? Bagaimana sepak terjangnya?
Berikut ini iNews.id telah merangkum informasi seputar Euroco Guterres, pejuang Timor Leste yang pro Indonesia.
Eurico Barros Guterres atau yang dikenal sebagai Eurico Guterres lahir di Waitame, Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada 4 Juli 1969. Eurico dikenal sebagai salah satu tokoh yang mendukung Timor Timur tetap menjadi bagian dari Indonesia saat itu, meski mayoritas masyarakat di sana memilih berpisah dari NKRI.
Pelatih Timor Leste Tak Menyangka Timnya Dihancurkan Indonesia, Ini Pengakuannya
Eurico yang pernah menjadi Wakil Panglima Pejuang Pro Indonesia tersebut kemudian memilih menjadi warga negara Indonesia setelah Timor Timur merdeka.
Pada saat Timor Timur bergejolak pada 1999, Eurico Guterres kala itu merupakan Komandan Milisi Pro Integrasi Aitarak-Dili. Ia pun dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Ad Hoc HAM pada November 2002.
Jenderal Dudung Cek Kesiapan Satgas Pangamanan Perbatasan Indonesia-Timor Leste
Melansir MNC Portal Indonesia, Eurico kemudian divonis 10 tahun penjara karena dianggap bertanggung jawab atas kasus pelanggaran HAM berat.
Dirinya dinyatakan terlibat dalam serangan milisi Aitarak terhadap pemimpin dalam gerakan kemerdekaan Timor Timur. Sebanyak 12 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut.
Puan Maharani Bertemu Ketua Parlemen Timor Leste, Ini yang Dibahas
Kemudian berdasarkan laporan Komisi Pengakuan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CAVR) Timor Leste, Eurico juga disebut terlibat dalam pembantaian di gereja di Liquica, Timor Timur pada 6 April 1999.
Eurico Guterres mendekam di penjara sejak Mei 2006. Ia sebenarnya sempat melakukan upaya banding, namun gagal.