Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Eggi Sudjana Puji Jokowi Selangit: Cerdas, Berani, Militan
Advertisement . Scroll to see content

Evaluasi Kasus Covid-19, Jokowi Ingatkan Hati-Hati Lima Provinsi Luar Jawa Bali Masih Tinggi

Minggu, 08 Agustus 2021 - 01:29:00 WIB
Evaluasi Kasus Covid-19, Jokowi Ingatkan Hati-Hati Lima Provinsi Luar Jawa Bali Masih Tinggi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Jokowi saat memimpin rapat terbatas evalusi perkembangan dan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 secara daring, Sabtu (7/8/2021). (Foto: Setpres).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Data pemerintah menunjukkan kasus Covid-19 masih tinggi di lima daerah luar Jawa dan Bali. Lima daerah itu meliputi, Kalimantan Timur (Kaltim), Sumatera Utara (Sumut), Papua, Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Riau.

Pernyataan itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Jokowi saat memimpin rapat terbatas evalusi perkembangan dan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 secara daring, Sabtu (7/8/2021).

"Saya melihat ini angka-angka hati-hati. Lima provinsi yang tinggi-tinggi 5 Agustus kemarin, Kaltim kasus aktif yang ada 22.529 kasus, Sumut 21.876 kasus, Papua 14.989 kasus, Sumbar 14.496 kasus, Kepulauan Riau 13.958 kasus, itu Kamis," ujar Jokowi.

Dia menuturkan, kasus Covid-19, Jumat (6/8/2021) di Sumut naik menjadi 22.892 kasus, Kepulauan Riau 14.993 kasus, Sumbar 14.712 kasus. 

"Yang turun saya lihat di dua hari kemarin Kaltim dan Papua, tapi hati-hati ini selalu naik dan turun," tuturnya.

Pada kesempatan itu dia menyampaikan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) per 1 Agustus 2021 terdapat 886 kasus baru dan turun pada 2 Agustus 2021 menjadi 410 kasus baru.

Kemudian, kata dia pada 3 Agustus 2021 kembali meningkat terdapat 608 kasus baru dan 4 Agustus sebanyak 530 kasus baru. Sementara, pada 6 Agustus 2021 terjadi lonjakan 3.598 kasus baru.

"Dan yang perlu hati-hati NTT saya lihat dalam seminggu yang seperti angka-angka seperti ini harus direspons secara cepat," katanya.

Dia meminta kepada seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah di luar Jawa dan Bali untuk menurunkan mobilitas, melaksanakan testing dan tracing serta penambahan ruangan isolasi terpusat (isoter).

"Ini sudah pengalaman di provinsi-provinsi yang ada di Jawa yang bisa turun tiga hal ini yang dilakukan," ucapnya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut