Fadli Zon Kenang Goresan Sapardi Djoko Damono di Lukisan Jeihan

Riezky Maulana ยท Minggu, 19 Juli 2020 - 16:13 WIB
Fadli Zon Kenang Goresan Sapardi Djoko Damono di Lukisan Jeihan

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengunggah foto kenangan bersama Sapardi Djoko Damono di Twitter, Minggu. Sapardi meninggal dunia karena sakit Minggu (19/7/2020) pagi. (Foto: Twitter/Fadli Zon).

JAKARTA, iNews.id - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon menyampaikan dukacita mendalam atas kepergian sastrawan kondang Sapardi Djoko Damono. Fadli mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Sang Maha Pencipta.

“Selamat jalan Pak Sapardi, husnul khotimah. Al Fatihah,” kata Fadli melalui akun Twitter, Minggu (19/7/2020). Cuitan itu disertai gambar kolase dan puisi Sapardi.

Bagi Fadli, Sapardi bukan semata sastrawan dan penyair besar Indonesia, namun juga sosok bersahaja, guru dan sahabat. Asal tahu, Fadli merupakan salah satu murid Sapardi. Fadli mendapatkan gelar sarjananya di Program Studi Rusia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI). Di kampus ini Sapardi merupakan guru besar sekaligus mantan dekan.

Politikus Partai Gerindra itu pun mengunggah kenangannya bersama sosok yang pernah mendapatkan beragam penghargaan di bidang sastra tersebut. 

“Kenangan bersama sastrawan Sapardi Djoko Damono ketika ulang tahun ke-70 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI tahun 2010. Ada goresan spontan pelukis Jeihan yang kini menjadi koleksi Fadli Zon Library,” ucap Fadli.

Dalam cuitan itu tampak orang dekat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini bersanding dengan Sapardi yang kala itu mengenakan jas biru dan celana hitam serta topi yang menjadi khasnya. Adapun Fadli mengenakan kemeja batik lengan pendek. Keduanya tersenyum lebar.

Dalam cuitan lanjutan, Fadli menunjukkan momen ketika Sapardi menandatangani lukisan bergambar wajahnya yang dibuat spontan oleh pelukis Jeihan. Lukisan itu lah yang kini menjadi koleksi Perpustakaan Fadli.

Sapardi mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di rumah sakit di Tangerang Selatan, Minggu (19/7/2020). Jenazahnya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Giri Tama, Bogor, sore ini.

Lahir di Solo, 20 Maret 1940, Sapardi mengenyam kuliah di Jurusan Sastra Barat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia selanjutnya studi di Universitas Hawaii Honolulu, Amerika Serikat.

Gelar Doktor Ilmu Susastra diperoleh di Fakultas Sastra UI pada 1989. Sebelum mengajar di FIB UI dia pernah mengajar di IKIP Malang Cabang Madiun 1964-1968.

Sapardi diangkat sebagai dosen FIB UI pada 1974 dan kemudian dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Susastra pada 1995. Rekam jejaknya gemilang. Sapardi menjabat sebagai Dekan FIB UI periode 1995-1999. Semasa aktif sebagai dosen, melalui bimbingannya telah lahir para sarjana, magister dan doktor FIB UI.

Dekan FIB UI Adrianus Laurens Gerung Waworuntu menyampaikan ucapan duka yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum.

“Prof Sapardi merupakan seorang guru, sahabat dan kolega. Kami semua di kampus sangat kehilangan dengan kepergian almarhum yang kita semua kenal dengan dekat dan akrab,” tuturnya, Minggu (19/7/2020).

Editor : Zen Teguh