Fadli Zon Usul Ganti Nama Provinsi Sumbar Jadi Minangkabau, Begini Penjelasannya

Reza Yunanto ยท Jumat, 25 September 2020 - 05:38 WIB
Fadli Zon Usul Ganti Nama Provinsi Sumbar Jadi Minangkabau, Begini Penjelasannya

Fadli Zon usul nama Provinsi Sumatera Barat diganti Minangkabau. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Fadli Zon mengusulkan perubahan nama Provinsi Sumatera Barat menjadi Minangkabau. Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan usulannya dalam serial tweet di akun twitter @fadlizon yang kini menjadi perbincangan hangat netizen.

"Beberapa minggu lalu provinsi Sumatera Barat menjadi topik hangat setelah muncul kesan diragukan dukungannya pada Negara Pancasila. Perdebatan itu menimbulkan polemik. Saya mengusulkan agar Provinsi Sumatera Barat diganti nama saja menjadi Provinsi Minangkabau," katanya membuka serial tweet yang diunggah pada, Rabu (23/9/2020).

Fadli mengungkapkan, wacana mengubah nama Provinsi Sumatera Barat menjadi Provinsi Minangkabau sebenarnya bukan hal baru. Wacana itu sudah muncul sejak 1970-an. Gagasan itu pun menurutnya semakin relevan saat ini.

"Jika diuraikan, setidaknya ada beberapa alasan utama kenapa nama Minangkabau pantas digunakan untuk menggantikan nama Sumatera Barat," tuturnya.

Pertama, nama Minangkabau lebih mewakili identitas, kebudayaan, serta kesejarahan masyarakat yang ada di Sumatera Barat.

"Jadi, bobot nama 'Minangkabau' jauh lebih besar dibanding nama 'Sumatera Barat'," kata mantan Wakil Ketua DPR ini.

Kedua, daerah Minangkabau punya posisi dan pengaruh politik istimewa terhadap sejarah pembentukan Republik Indonesia.

Fadli menuturkan, di ranah Minang pernah berdiri Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin Mr Sjafruddin Prawiranegara, dengan Bukittinggi sebagai ibukotanya.

"Adanya PDRI ini pula yg memberi kita legitimasi untuk meneruskan perundingan dengan Belanda di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tanpa PDRI belum tentu ada NKRI. Karena PDRI akhirnya Belanda mengakui kedaulatan RI pada 27 Desember 1949 setelah perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB)," ujarnya.

Ketiga, besarnya kiprah orang Minangkabau dalam sejarah Republik. Secara demografis, kata Fadli, jumlah etnis Minangkabau di Indonesia hanya berkisar sekitar 3 persen dari total jumlah penduduk. Namun peran orang Minangkabau dalam sejarah Indonesia jauh lebih besar dari itu.

"Dari empat orang Bapak Republik yang namanya paling sering disebut, yaitu Soekarno, Hatta, Sjahrir dan Tan Malaka, tiga di antaranya adalah orang Minang. Mohammad Hatta adalah Proklamator RI bersama Soekarno," tuturnya.

Keempat, orang Minangkabau punya sumbangan besar terhadap pembentukan bahasa persatuan.
Fadli mengatakan, apa yang hari ini kita sebut sebaga sastra Indonesia yang telah memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia, pada awal abad ke-20 didominasi oleh orang-orang Minang.

"Jadi, dengan alasan-alasan itu, saya kira sangat pantas jika orang Minang mengusulkan agar nama Provinsi Sumatera Barat diganti menjadi Provinsi Minangkabau," tuturnya.

Cuitan Fadli ini menjadi viral di media sosial. Hingga Jumat (25/9/2020) pagi telah di-retweet 320 kali, dan mendapat likes sebanyak 1.500 kali.

Editor : Reza Yunanto