Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Studi UGM: Vaksin DBD Berpotensi Turunkan Kasus Rawat Inap dan Kematian
Advertisement . Scroll to see content

Fantastis! Beban Ekonomi DBD di Indonesia Nyaris Rp9 Triliun pada 2024

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:28:00 WIB
Fantastis! Beban Ekonomi DBD di Indonesia Nyaris Rp9 Triliun pada 2024
Demam Berdarah menjadi beban ekonomi yang cukup besar bagi Indonesia. (Foto: Pexels)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idDemam berdarah dengue (DBD) tidak hanya menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang sangat besar. 

Studi terbaru Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkirakan total beban ekonomi akibat dengue di Indonesia sepanjang 2024 mencapai 550,9 juta dolar AS atau hampir Rp9 triliun, dengan lebih dari 2 juta kasus rawat inap. Temuan tersebut dipaparkan dalam Jakarta Dengue Forum (JDF) yang diselenggarakan PT Takeda Innovative Medicines bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang DKI Jakarta. 

Besarnya beban kesehatan dan ekonomi itu dinilai menunjukkan bahwa dengue masih menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan upaya pencegahan lebih komprehensif.

Peneliti dari Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Dr. Diah Ayu Puspandari, M.Kes., MBA., Apt., mengatakan beban tersebut tidak hanya berasal dari biaya pengobatan, tetapi juga pengeluaran lain yang harus ditanggung pasien dan keluarganya.

"Studi terbaru kami pada 2024 menunjukkan bahwa kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum sepenuhnya membebaskan pasien dari beban biaya. Pasien JKN masih harus mengeluarkan biaya mandiri (out of pocket) rata-rata Rp1,1–1,3 juta saat menghadapi sebuah periode sakit akibat dengue untuk kebutuhan nonmedis seperti transportasi dan akomodasi pendamping, di luar hilangnya produktivitas, termasuk kehilangan pendapatan," ujar Diah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut