Studi UGM: Vaksin DBD Berpotensi Turunkan Kasus Rawat Inap dan Kematian
JAKARTA, iNews.id – Vaksinasi dengue atau demam berdarah dengue (DBD) dinilai berpotensi menjadi salah satu langkah penting dalam menekan beban penyakit di Indonesia.
Hasil studi pemodelan yang dilakukan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan bahwa penerapan vaksinasi dengue dapat berkontribusi menurunkan jumlah kasus bergejala, rawat inap, hingga kematian akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Temuan tersebut dipaparkan Guru Besar Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. Dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D., dalam Jakarta Dengue Forum yang digelar PT Takeda Innovative Medicines bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang DKI Jakarta.
Prof. Jarir menjelaskan, berdasarkan skenario pemodelan ekonomi kesehatan yang dipresentasikan pada 9th Asia Dengue Summit 2026 di Singapura, implementasi vaksinasi dengue di Indonesia diproyeksikan mampu menurunkan kasus dengue bergejala, angka rawat inap, hingga kematian selama periode 20 tahun.
Selain itu, vaksinasi juga diperkirakan mampu mengurangi beban penyakit sebesar 1,1–1,3 juta Disability-Adjusted Life Years (DALY). DALY merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur hilangnya tahun kehidupan sehat akibat penyakit, kecacatan, maupun kematian dini.