Fenomena Misterius di Mampang Jaksel, Warga Rela Tunggu Tengah Malam Demi Rp50 Ribu dari Pak Haji
Jek mengatakan waktu kedatangan ‘Pak Haji’ tidak menentu. Dia menyebut sosok tersebut terkadang muncul sekitar pukul 01.30 WIB hingga paling lambat pukul 02.00 WIB.
“Kadang-kadang setengah dua. Mentok-mentoknya jam dua (02.00 WIB), kalau jam dua sudah nggak ada, sudah, orang-orang pada dikit-dikit pada pulang, pulang, pulang. Paling yang sisa-sisa berapa orang, kalau saya mah emang netap ampe pagi, emang kerjaan saya begini tiap hari,” ujarnya.
Menurut cerita Jek, ‘Pak Haji’ merupakan sosok kaya dan memiliki pengaruh di Indonesia. Dia menyebut uang dibagikan kepada orang-orang yang beraktivitas di jalanan, terutama pemulung.
“Pak Haji itu yang diutamain itu pemulung kayak saya ini, yang bawa gerobak. Kalau dia lewat, dia lewat nih, nggak mungkin saya dilewat. Kalau yang lain nongkrong, bawa-bawa badan itu, dilewat. Kalau saya mah nggak, karena diutamain. Tidur pun, saya lagi tidur di samping gerobak, dia lewat, dibangunin, ‘Bapak-bapak, bangun Pak! Bapak-bapak, bangun Pak’, Saya bangun, ambil tuh (duit), dilempar (sama) dia,” ujarnya.
Jek meyakini sosok yang selama ini dikenal sebagai ‘Pak Haji’ bukan orang biasa. Bahkan, dia menyebut terdapat dua orang berbeda yang melakukan aksi bagi-bagi uang Rp50 ribu.