Filosofi dan Makna Passapu, Ikat Kepala Khas Sulawesi Selatan yang Dipakai Ganjar Pranowo
Ternyata ikat kepala khas Sulsel ini memiliki sejarah dan filosofinya yang unik lho! Tahukah kalian bahwa ternyata ikat kepala ini sudah ada sejak abad ke-7? Berikut ini adalah sejarah dan folosofi dari ikat kepala khas Sulses, Passapu.
Mengenal Dayak, Suku yang Ditemui Ganjar Pranowo ketika Safari Politik
Passapu, juga dikenal sebagai Patonro, merupakan pakaian adat tutup kepala suku di Sulawesi Selatan, seperti Makassar, Bugis, Kajang, dan Toraja.
Pakaian adat ini berupa lilitan kain yang melambangkan kejantanan dan memiliki sejarah panjang di Sulsel, dimulai sejak abad ke-7.
Capres Cawapres Ganjar-Mahfud Deklarasi Pemilu Damai 2024 di KPU
Mengutip dari salah satu media nasional, sosok sejarawan dan pemerhati budaya, Burhan Kadir, menjelaskan bahwa pengaruh Melayu, Sumatera, Padang, Malaysia, dan sekitarnya dapat terlihat dalam penggunaan penutup kepala yang lancip seperti Passapu.
Pada masa Kerajaan Gowa ke-10, Raja I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng memperkenalkan penggunaan Passapu.
Kiai di Ciamis dan Tasikmalaya Pendukung Ganjar-Mahfud Ingatkan Netralitas Aparat Penegak Hukum
Pada awalnya, Passapu digunakan oleh raja-raja, bangsawan, dan panglima sebagai penanda sosial.
Jika dipakai tegak berdiri, itu menunjukkan kesiapan untuk berperang, sementara jika agak terjatuh, itu menandakan kehadiran dalam acara adat.