Fraksi PKS Prediksi Pemilihan Wagub DKI Usai Pilpres 17 April 2019

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 03 April 2019 - 15:55 WIB
Fraksi PKS Prediksi Pemilihan Wagub DKI Usai Pilpres 17 April 2019

PKS (ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurahman Suhaimi mengaku pasrah soal pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno yang terkendala pembentukan Panitia Khusus (Pansus). Apalagi, dinamika pembentukan Pansus di DPRD DKI Jakarta masih jalan di tempat

Padahal, hal tersebut sudah diwacanakan sejak awal Februari 2019 lalu. Namun hingga kini baru tiga dari sembilan fraksi yang mengajukan nama perwakilan anggota pansus pemilihan wagub DKI tersebut.

BACA JUGA:

Pemilihan Wagub DKI Mandek, Ketua DPRD: Terbentur Tahun Politik

Berbulan-bulan Tanpa Wagub, Anies Kerepotan saat Menghadapi Urusan Ini

Anies Pastikan Pemilihan Wagub DKI Tak Ganggu Pemilu 17 April

Suhaimi pesimistis bila pemilihan calon DKI II pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Dia pun memperkirakan pemilihan jabatan kursi DKI 2 itu dilaksanakan setelah pemilihan Presiden (Pemilu) atau 17 April mendatang.

"Bisa selesai Pilpres," kata Suhaimi saat dihubungi, Rabu (3/4/2019).

Ketua Komisi B DPRD DKI ini mengatakan saat ini memang rekan-rekan sejawatnya di parlemen Kebon Sirih tengah sibuk mengurusi Pemilu. "Kembali pada masing-masing fraksi. Mungkin ini karena pada sibuk urus kampanye, pada ke dapil kemungkinan," tuturnya.

Suhaimi berharap anggota DPRD DKI Jakarta selepas dari agenda politik nanti sudah bisa kembali bekerja dan menuntaskan proses pemilihan Wagub DKI sesegera mungkin.

"Mudah-mudahan sehabis 17 April kan orang sudah enggak ada kesibukan politik kan. Tinggal mudah-mudahan fokus di pansus. Kita berharap begitu sehingga di bulan April tanggal 17 masih ada dua pekan, seharusnya itu bisa selesai," tutur Suhaimi.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku belum dapat memastikan kapan waktu pemutusan panitia khusus (pansus) pemilihan wakil gubernur. Meski saat ini fraksi-fraksi di lingkungan anggota legislatif telah melaporkan dan memberikan nama untuk diajukan sebagai pansus.

Pras begitu sapaanya menuturkan alasan belum terbentuknya pansus tersebut karena saat ini menjelang tahun politik. Dengan begitu, semua anggota dewan sibuk berkampanye menjelang waktu pemilihan.

"Tapi dari awal pansus belum terbentuk. Ini karena tahun politik. Masalahnya itu mereka sibuk masing-masing," ucap Pras di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).


Editor : Djibril Muhammad