Gadis Bunuh Bocah karena Pengaruh Video, KPI Ingin Atur Penyiaran YouTube

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 10 Maret 2020 - 17:18:00 WIB
Gadis Bunuh Bocah karena Pengaruh Video, KPI Ingin Atur Penyiaran YouTube
Ketua KPI Agung Suprio. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menanggapi kasus gadis remaja berinisial NF (15) yang menghabisi nyawa bocah berumur lima tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dalam kasus tersebut, pelaku diduga mempelajari cara membunuh dari konten-konten YouTube.

Ketua KPI Agung Suprio mengatakan, belajar dari kejadian kasus NF, dia mewacanakan agar platform yang mempunyai unsur siaran seperti acara televisi kepada umum seperti YouTube juga dinaungi oleh lembaga penyiaran, sehingga bisa menjaga tontonan yang baik bagi masyarakat. Menurut dia, keberadaan lembaga penyiaran yang menaungi platform itu penting untuk menyaring video yang layak atau tidak layak ditonton untuk kalangan usia tertentu.

“Momentum ini, kalau bisa, kami wacanakan agar YouTube ataupun media baru yang bersiaran itu, juga diatur. Bisa oleh KPI atau lembaga mana pun dengan prinsip yang kita terapkan,” katanya di kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Agung menuturkan, pihaknya saat ini tak memiliki kewenangan untuk mengatur apa yang terjadi dan apa saja konten dikeluarkan oleh media YouTube. Dia berharap pemerintah mampu melihat momentum ini untuk dapat membuat lembaga atau badan yang menjaga masyarakat dari konten-konten yang tak layak dinikmati oleh masyarakat lewat platform berbagai video itu.

“Sehingga tak jadi dualisme seperti ini. Kita hentikan, atau kita larang yang berbau bau kekerasan di televisi misalnya, tapi tayang tersebut justru muncul di youtube, jadi tidak efektif,” ujarnya.

Dia menyebutkan, media sosial juga memiliki peran penting dalam membentuk suatu karakter generasi bangsa. Agung pun berharap wacana ini benar menjadi pertimbangan pemerintah.

“Karena dua-duanya (YouTube dan televisi) ini juga bersiaran dan membentuk karakter generasi bangsa Indonesia,” tuturnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda