Kronologi Lengkap Selebgram Aprillya Nabilla Dipukuli sampai Biru-Biru hingga Diancam Dibunuh!
JAKARTA, iNews.id – Selebgram Aprillya Nabilla mengungkap dugaan kasus kekerasan fisik yang dialaminya disertai ancaman pembunuhan. Pengakuan tersebut disampaikan langsung melalui postingan Instagram dan sontak memicu kekhawatiran publik.
Peristiwa ini mencuat setelah Aprillya Nabilla, yang akrab disapa Baebi, memperlihatkan kondisi tubuhnya yang dipenuhi luka. Tak hanya itu, dia pun menuliskan pesan mengharukan, seperti kode meminta pertolongan dari netizen.
Seperti apa informasi lengkap terkait peristiwa mengerikan ini? Simak beritanya di sini. 
Mengacu pada postingan Instastory, Aprillya Nabilla memperlihatkan kondisi badan yang penuh memar kebiruan. Matanya bahkan lebam dan bibirnya sobek. Kuat dugaan, ia menjadi korban kekerasan fisik oleh seseorang yang identitasnya masih misterius.
Universitas di Korea Perketat Aturan, Pelaku Kekerasan Ditolak Masuk Perguruan Tinggi
Apa yang dialami selebgram ini pun kemudian viral di media sosial. Terlebih, Baebi, sapaan akrabnya, membagikan pesan menyentuh seperti sedang meminta pertolongan netizen. Apa isi pesan tersebut?
Dalam penuturannya, Baebi mengaku telah mengamankan berbagai bukti terkait dugaan kekerasan yang dialaminya. Hingga kini, identitas pelaku belum diungkap ke publik. Namun, dia menegaskan semua bukti telah disimpan secara rapi sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap dirinya.
Polisi Bantah Semua Tuduhan Ammar Zoni soal Kekerasan dan Intimidasi
Kekhawatiran publik semakin meningkat setelah Baebi menitipkan pesan bernada darurat. Dia menyebutkan, apabila akun media sosialnya tiba-tiba hilang atau dirinya mengalami celaka hingga meninggal dunia, maka publik diminta mencurigai pihak tertentu yang menurutnya bertanggung jawab.
Baebi juga mengungkap tekanan psikologis yang dialaminya selama ini. Dia mengaku hidup dalam rasa takut, merasa selalu diawasi, serta tidak pernah merasa aman berada di mana pun. Ancaman terhadap keselamatannya disebut terjadi hampir setiap hari.
Puspadaya: Memutus Rantai Kekerasan Anak di Ruang Digital Perlu Upaya Preventif dan Kuratif