Gagal Mendarat di Soetta, Pesawat Garuda Landing di Halim Perdanakusuma Picu Kepanikan Penumpang

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 22 November 2019 - 14:01 WIB
Gagal Mendarat di Soetta, Pesawat Garuda Landing di Halim Perdanakusuma Picu Kepanikan Penumpang

Pesawat Garuda GA 271 rute Banyuwangi-Jakarta yang seharusnya tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpaksa mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, karena cuaca buruk, Jumat (22/11/2019). (Foto: ilustrasi/dok Okezone).

JAKARTA, iNews.id - Pesawat milik maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 271 rute Banyuwangi-Jakarta gagal mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Pesawat akhirnya landing di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pesawat terbang dari Bandara Internasional Banyuwangi, Jumat (22/11/2019) pukul 09.10 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Soetta pukul 11.46 WIB. Namun karena cuaca buruk, pesawat mengalihkan pendaratan.

Salah satu penumpang, Sigit Pramono mengatakan, pesawat sudah dua kali mencoba mendarat. Namun, situasi tidak memungkinkan. Pilot akhirnya mengumumkan pesawat akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma.

Penumpang, kata dia, berterima kasih atas putusan pilot. Namun persoalannya, setelah mendarat, para penumpang tidak diizinkan untuk keluar ke bandara. Selama satu jam lebih, penumpang menunggu di dalam pesawat.

”Pilot kemudian mengumumkan pesawat akan terbang lagi untuk kemudian mendarat di tujuan awal, Bandara Soetta. Tentu saja ini ditolak penumpang. Sebagian besar penumpang trauma, ketakutan,” kata Sigit saat dihubungi iNews.id, Jumat (22/11/2019).

Mantan direktur utama Bank BNI ini menerangkan, sebagian besar penumpang, terutama ibu-ibu menolak keras rencana penerbangan tersebut. Mereka meminta agar diizinkan turun dan keluar di Bandara Halim Perdanakusuma.

Namun, awak pesawat tetap tak mengizinkan. Mereka beralasan terhambat aturan dan kewenangan otoritas bandara. Sesuai jadwal, pesawat GA 271 memang seharusnya landing di Bandara Soetta. Alasan ini tidak bisa diterima penumpang.

”Ini kan hanya soal administrasi, tinggal menghubungi saja. Ini sama-sama di Indonesia, penumpang juga di Indonesia. Masak, penumpang sudah ketakutan mau tetap terbang lagi. Saya saat ini masih di dalam pesawat,” kata Sigit.

Dia menuturkan, para penumpang bahkan mengancam jika pesawat tetap terbang, mereka akan berdiri selama penerbangan. Sigit mengaku telah menghubungi manajemen Garuda terkait situasi ini.

”Info terakhir, dirut Garuda sudah menghubungi otoritas Bandara Halim Perdanakusuma agar mengizinkan penumpang turun,” ujarnya. Belum ada keterangan resmi dari Garuda soal ini.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Banten pada 22 November 2019 pukul 12.00 WIB.

Di wilayah ini berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang yang mencakup Kabupaten dan Kota Tangerang. Hujan deras dan angina kencang juga melanda sejumlah wilayah Jakarta.

Editor : Zen Teguh