Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Zulhas Ungkap Besaran Gaji Manajer Kopdes Merah Putih, Maksimal Rp8,3 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Terendah Rp6,8 Juta per Bulan, Tertinggi Berapa?

Rabu, 30 September 2026 - 07:50:00 WIB
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Terendah Rp6,8 Juta per Bulan, Tertinggi Berapa?
Ilustrasi gaji manajer Kopdes terendah Rp6,8 juta. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ditetapkan terendah Rp6,8 juta per bulan. Sedangkan yang tertinggi mencapai hingga Rp8,3 juta per bulan, termasuk tunjangan. 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan besaran penghasilan tersebut disesuaikan dengan standar upah minimum kabupaten/kota (UMK) di wilayah penugasan. Perhitungan juga mempertimbangkan tanggung jawab manajer dalam mengembangkan perekonomian di tingkat desa.

“Karena tanggung jawabnya berat, untuk mengembangkan ekonomi di desa itu, itu dilihat daerahnya, sesuai dengan UMK daerah itu antara Rp6,8 juta sampai Rp8,3 juta. Jadi sesuai dengan tempat jauh dan seterusnya, dan seterusnya. Jadi Rp6,8 juta atau Rp8,3 juta tuh sudah semuanya (berikut tunjangan),” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dari sisi ketenagakerjaan, manajer Kopdes akan berstatus pegawai perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Kontrak kerja tersebut berlaku selama dua tahun dan berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

“Statusnya (manajer Kopdes/Kel Merah Putih) pegawai BUMN atau apa, ini pegawai kontrak waktu tertentu, selama 2 tahun,” kata Zulhas.

Pemerintah menargetkan seluruh manajer Koperasi Merah Putih sudah ditempatkan pada 1 Oktober 2026. Penugasan setiap personel diprioritaskan sedekat mungkin dengan domisili asal mereka.

Selanjutnya, pada pertengahan Oktober 2026, kementerian lintas sektor dijadwalkan melakukan evaluasi bersama untuk mempercepat operasional koperasi di daerah.

Evaluasi tersebut mencakup kesiapan pasokan barang dan komoditas di gerai koperasi serta pelaksanaan pelayanan oleh para pramuniaga.

“Jadi mudah-mudahan 1 Oktober mulai bekerja. 7 Oktober kita akan evaluasi dengan
deputi dan wakil-wakil para dirut. Mana saja yang sudah diisi. Karena koperasi ini kan bukan supermarket. Tapi dia infrastruktur pemerintah. Dia menangani masalah-masalah subsidi, bantuan pemerintah, dan lain-lain,” urai Zulhas.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut