Ganjar Pranowo Buat Program Peduli Penyandang Disabilitas
Ganjar menegaskan bahwa kuota kerja khusus bagi penyandang disabilitas adalah komponen penting dari tindakan afirmatif yang dilakukan pemerintah. Selain kuota lapangan kerja, Ganjar juga menyadari pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dari kalangan penyandang disabilitas.
Ini melibatkan pelatihan dan peningkatan keterampilan. Untuk mendorong pemerataan akses terhadap SDM, khususnya bagi penyandang disabilitas, Ganjar juga menganjurkan pendirian sekolah inklusif di seluruh Indonesia.
Selama masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memperkenalkan inovasi baru untuk membantu warga miskin dan penyandang disabilitas. Program tersebut berupa sekolah virtual yang melibatkan sekolah formal.
Melalui program ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat dilakukan secara virtual dan diakses oleh siswa penyandang disabilitas dan masyarakat kurang mampu. Dengan kerjasama yang melibatkan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Ganjar memastikan bahwa para siswa diberikan akses internet gratis dan perangkat gadget. Ini bertujuan untuk mendorong semangat belajar di kalangan siswa.
Ganjar menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan kepada sebanyak mungkin masyarakat, terutama anak-anak kurang mampu dan penyandang disabilitas melalui program sekolah virtual ini.
Ia percaya bahwa dukungan bagi anak-anak yang kurang beruntung akan membawa perbaikan dalam pengalaman pendidikan mereka. Hal ini menjadi lebih penting karena beberapa wilayah di Jawa Tengah memiliki sedikit fasilitas sekolah menengah umum atau sekolah kejuruan.
Ganjar mengklaim bahwa inisiatif yang dicanangkan sejak tahun 2019 ini adalah unik di Indonesia dan memberikan fleksibilitas waktu bagi siswa, terutama bagi penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas. Untuk memperluas jangkauan sekolah virtual ini, Ganjar telah menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Editor: Komaruddin Bagja